Unilever Indonesia (UNVR) Laba Merosot Hampir 30%, Bisakah Bangkit?

Analis
Laras Nadira

Unilever Indonesia (UNVR) mencatat kinerja lemah di 2024, dengan laba bersih turun 29,8% YoY ke IDR3,3tn dan pendapatan turun 9% YoY ke IDR35,1tn. Daya beli yang lemah dan persaingan ketat terus menekan volume penjualan, bagaimana pandangan kami dan strategi Unilever? Yuk simak narasi lengkapnya di bawah ini

📉 Margin Masih Tertekan pendapatan 4Q24
Pendapatan turun 8% QoQ dan 5% YoY ke IDR7,7tn, dengan volume penjualan -2,4% YoY. Segmen Home & Personal Care mencatat penurunan tajam 11% YoY, sedangkan Food & Refreshment turun 5,6% YoY. Strategi stock reduction 30% menyebabkan gross margin turun ke 47,6% dari 49,7% di 2023.

📊 SahamTurun 27%, akankah masih ada harapan?
Dalam 3 bulan terakhir, harga saham UNVR telah turun 27%, mencerminkan ekspektasi pasar yang pesimistis. Meski ada harapan pemulihan cepat pasca-CEO baru, manajemen memperkirakan perbaikan baru akan terlihat di semester 2 2025.

🔻 Pandangan Kami
Penjualan bisnis es krim senilai IDR2,7tn akan memberikan dorongan sementara, tetapi tanpa itu, laba 2025 hanya tumbuh 5,1%. Dengan tekanan pasar yang masih tinggi, kami mempertahankan rekomendasi SELL dengan target harga IDR1.300. Namun, rebound tetap mungkin terjadi jika daya beli membaik dan ada inovasi produk yang kuat.

PDF Full: BSUNVR0225

Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights