Analis
Satria Sambijantoro
Evelyn Vidya Paramita
BBRI mencatat laba bersih Rp15,1 triliun di pada kuartal 4 2024, dengan total laba sepanjang 2024 mencapai Rp60,2 triliun. Hasil ini sejalan dengan ekspektasi analis yang mencapai 98% dari proyeksi 📊. Adapun tekanan datang dari biaya dana (Cost of Fund) yang tinggi dan penurunan pendapatan bunga bersih mencapai-4,8% secara tahunan di Kuartal 4 2024. Di sisi lain BBRI tetap menunjukkan pertumbuhan pendapatan non-bunga yang solid. Recovery income naik 50,7% YoY ke Rp25,4 triliun, membantu Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan (PPOP) tumbuh 9,6% YoY 📈.
🏦 Kualitas Aset: Tantangan Masih Ada, tapi Menuju Perbaikan
Walaupun pendapatan operasional tetap kuat, BBRI menghadapi kenaikan biaya provisi (+28,6% YoY) karena lebih agresif dalam menghapus kredit bermasalah (write-off), terutama di segmen mikro dan PNM.Namun, strategi ini berhasil memperbaiki rasio NPL ke 2,78% (-17bps YoY) dan Loan at Risk (LAR) ke 10,7% (-177bps YoY) ✅.
💳 Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga Melambat
Kredit tumbuh 7% secara tahunan ke level Rp1.355 triliun,namun hal ini masih di bawah target 10-11%. Dari segi Kredit Segmen Mikro mengalami perlambatan, hanya tumbuh +2,7% scara tahunan, sementara itu Kredit segmen Korporasi melonjak 23,6% secara tahunan yang didorong oleh sektor agribisnis, konsumer, dan tambang ⛏️. Dana Pihak Ketiga (DPK) hanya tumbuh 0,5% YoY, dengan CASA naik 5,1%, tetapi deposito berjangka turun -7,8% sehingga menyebabkan Loan to Deposit Ratio naik ke 88,9% 📉.
🔮 Outlook 2025: Tantangan pada tingginya Biaya Kredit
Manajemen menargetkan rasio kredit macet (Non Performing Loan) tetap di bawah 3%, tetapi biaya kredit (Cost of Credit) diprediksi naik ke 3-3,2% di 2025. Berikut faktor-faktor yang membuat biaya kredit masih tinggi :
1️⃣ Penghapusan Rp38-40 triliun dari bank induk, serta tambahan Rp4 triliun dari PNM.
2️⃣ Modifikasi kredit KRAS IJ ~Rp1 triliun di 1Q25, yang berpotensi menekan CoC ~7bps.
3️⃣ Pertumbuhan kredit 7-9%, dengan fokus pada pinjaman konsumer dan korporasi.
4️⃣ Tekanan likuiditas di awal 2025, terutama akibat musim liburan dan hari kerja lebih pendek.
Bagaimana dengan Marjin Bunga Bersih?
Marjin Bunga Bersih ditahun 2025 dipangkas ke level 7,3-7,7% dampak tekanan margin dari biaya dana (Cost of Fund) yang tinggi dan kebijakan likuiditas yang lebih ketat 💸.
Meski ada tantangan dalam kualitas aset dan tekanan margin bunga bersih, kami melihat strategi BBRI dalam membersihkan kredit bermasalah diharapkan berdampak positif dalam jangka panjang. Oleh karena itu, kami menurunkan target harga ke Rp5.500 (dari Rp5.600), namun tetap merekomendasikan BUY, dengan valuasi P/B 2,5x 🔥.
⚠️ Risiko utama: Pelemahan ekonomi yang bisa berdampak pada aliran modal asing.
PDF Full: BSBBRI0225
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
