Siloam (SILO IJ) Pertumbuhan Pendapatan Moderat Didukung Kenaikan Intensitas Pendapatan 🏥📊

Analis:
Arvin Lienardi
Abdusshomad Cakra Buana

Laba bersih Siloam (SILO) di 1Q25 memang turun tipis secara kuartalan, tapi tetap melesat 17x lipat secara tahunan jadi IDR246 miliar. Kok bisa? 🤔 Meski volume pasien turun karena musim penyakit yang nggak setinngi tahun lalu, Siloam sukses mendongkrak rata-rata pendapatan per pasien—alias revenue intensity—yang menjadi penopang utama kinerja kuartal ini! Yuk simak detailnya di bawah ini👇

🔹 Volume pasien menurun, tapi tarif per layanan naik 💉💰
Total pendapatan SILO di 1Q25 stagnan di IDR3,04 triliun (-1,5% q-q, +0,3% y-y), karena jumlah pasien rawat inap dan jalan _flat_.* Tapi, pendapatan per hari rawat inap naik 6% y-y ke IDR6,9 juta per hari, dan pendapatan per pasien rawat jalan naik 7,8% y-y ke IDR1,36 juta per kedatangan. Artinya? Pasien boleh turun, tapi tiap layanan makin ‘bernilai’.

🔹 Siap pulih di 2Q25,Momentum volume bisa balik? 📆
Volume yang lemah di 1Q25 disebabkan oleh sedikitnya hari kerja dan musim penyakit yang relatif rendah. Tapi ke depan, manajemen optimis volume akan kembali membaik di 2Q25 dan seterusnya, apalagi dengan dukungan komposisi pasien privat dan segmen layanan khusus yang lebih profitable.

🔹 Target diturunkan sedikit, tapi tetap BUY ✍️
Kita tetap rekomendasi *BUY untuk SILO, tapi dengan target harga baru IDR3.000 (dari sebelumnya IDR3.100),* karena kami revisi estimasi revenue dan laba FY25 masing-masing turun 1,2% dan 11%. Tantangan ke depan akan berat, tergantung pada seberapa cepat volume pasien pulih.

PDF Full: BSSILO0625

Btw jangan lupa jaga kesehatan ya TemanDX😷

Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights