Telkom Indonesia (TLKM IJ) Kinerja Masih Lemah di 1Q25, Tapi Harapan Pulih di Paruh Kedua Tahun

Analis
Kevin Jonathan Panjaitan

TLKM mencetak laba bersih inti Rp5,6 triliun di 1Q25 (+0,4% q-q, -11,8% y-y), sejalan dengan estimasi kami (23,3%) dan konsensus (22,8%). Pendapatan turun ke Rp36,6 triliun (-2,9% q-q, -2,1% y-y), terdampak penurunan tajam pada pendapatan data seluler (-7,3% q-q). Meski begitu, efisiensi biaya operasi (-4,9% q-q) dan penurunan O&M hingga 14,4% q-q berhasil menjaga margin EBITDA di level 49,8%, naik dari 48,7% di kuartal sebelumnya. Nah penasaran bagaimana Telkom dapat bersaing di tahun 2025 ini?🤔 Yuk cek narasi dan riset lengkapnya di bawah ini👇

📉 Trafik Data Naik Tapi ARPU Tertekan, Persaingan Tarif Masih Jadi Tantangan
Trafik data TLKM tumbuh 5,4% q-q, tapi data yield terus turun ke Rp2,9/MB dari Rp3,3/MB di 4Q24. Ini menyebabkan ARPU mobile turun ke Rp42.400 (-3,6% q-q, -6,5% y-y), karena banyaknya bonus data dan strategi harga defensif, khususnya di luar Jawa.* Jumlah pelanggan tetap stabil di 158,8 juta. Di segmen fixed broadband (FBB), IndiHome justru tambah pelanggan jadi 9,8 juta (+2,4% q-q), namun ARPU turun ke Rp223.800, dipengaruhi paket EZnet untuk segmen berpendapatan rendah.

🔧 Inisiatif Pemulihan Industri: Penyederhanaan Produk dan Kenaikan Starter Pack
*Manajemen TLKM menilai perbaikan pasar seluler akan terlihat mulai pertengahan tahun, seiring kenaikan harga starter pack ke Rp35 ribu yang mulai diberlakukan secara luas. TLKM juga mulai melakukan product simplification dan penyesuaian paket perpanjangan pada Semester 2 demi mengurangi cannibalization antar produk. Saat ini, Telkomsel dan anak usahanya (bY.U dan Tsel Lite) masih punya lebih dari 80 paket berbeda di area Jawa. Penyederhanaan ini diharapkan akan mendongkrak ARPU dan memperbaiki daya saing industri secara berkelanjutan.

⚖️ Rekomendasi Tetap HOLD, Menunggu Tanda-Tanda Pemulihan Industri
Kami tetap mempertahankan rekomendasi *HOLD untuk TLKM dengan target harga di IDR2.900/sh, berbasis DCF (WACC 10,35%). Meski kinerja 1Q25 belum menggembirakan, kami melihat peluang re-rating saham jika kompetisi membaik dan harga paket naik secara merata di industri. *Akankah ada potensi positif? Bagaimana caranya?🧐 Ya, lanskap kompetisi yang lebih sehat, keberanian pemain lain ikut menaikkan harga, serta perbaikan kondisi ekonomi makro.

⚠️Risiko penurunan: ARPU yang lebih lemah dari perkiraan, daya beli yang belum pulih, serta persaingan tarif yang masih sengit.

PDF Full: BSTLKM0525

Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights