Duo Retailers: Alfamart (AMRT IJ) dan Midi (MIDI IJ) Terhantam beban opex di Aflamart dan laba Midi

Analis: Laras Nadira

Dua raksasa ritel ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid sepanjang FY24, tetapi profitabilitasnya menghadapi tantangan besar akibat tekanan biaya operasional. Meskipun ekspansi terus berjalan, beban distribusi, suplai, serta depresiasi aset menjadi faktor yang menggerus laba. Lalu, bagaimana perbandingan kinerja keduanya?

🔥 Pendapatan Tetap Kuat, Tapi Laba Tertekan di Keduanya
Baik AMRT maupun MIDI berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan yang positif. AMRT mencatatkan pendapatan sebesar IDR118,2tn (+11% y-y), sedangkan MIDI meraih IDR5,2tn (+17% y-y). Namun, dari sisi laba bersih, AMRT turun 7% y-y sementara MIDI hanya tumbuh tipis 6% y-y, jauh di bawah ekspektasi pasar.

📉 4Q24: Biaya Operasional Jadi Momok
Di kuartal terakhir FY24, kedua emiten ini sama-sama menghadapi tekanan margin akibat lonjakan biaya operasional.
– AMRT: Laba bersih anjlok 38,2% y-y, dipicu oleh kenaikan biaya distribusi (+34,6% y-y), suplai (+123% y-y), serta listrik dan sewa.
– MIDI: Laba bersih turun lebih dalam, -43% y-y, terutama karena beban depresiasi dari penutupan gerai Lawson serta kenaikan biaya distribusi.

🏪 Ekspansi Masih Berjalan, Tapi Menggerus Profitabilitas
Ekspansi tetap menjadi strategi utama bagi AMRT dan MIDI, meskipun dalam jangka pendek masih membebani profitabilitas.
– AMRT: Fokus mengembangkan Distribution Center (DC) baru untuk meningkatkan efisiensi logistik, tetapi dampak positifnya masih belum terlihat secara signifikan.
– MIDI: Mengakselerasi ekspansi ke luar Pulau Jawa, dengan pertumbuhan pendapatan dari luar Jawa mencapai +11,2% y-y, lebih tinggi dibanding Jabodetabek yang hanya naik 0,3% y-y.

📊 Valuasi & Rekomendasi: MIDI Lebih Menarik?
Dari sisi valuasi, MIDI terlihat lebih defensif dibanding AMRT, terutama setelah koreksi harga saham yang lebih ringan.
– AMRT: Saham turun 34,1% dalam tiga bulan terakhir, dengan rekomendasi BUY dan target harga (TP) IDR2,700 (turun dari IDR3,200).
– MIDI: Saham turun lebih moderat, -21% dalam sebulan, dengan rekomendasi BUY dan TP IDR400 (turun dari IDR520).

💡 Kesimpulan: Mana yang Lebih Menarik?
Baik AMRT maupun MIDI masih memiliki prospek jangka panjang yang solid, tetapi MIDI tampaknya lebih undervalued saat ini. Jika ekspansi luar Jawa terus menunjukkan momentum positif, saham MIDI bisa menjadi pilihan yang lebih menarik dalam jangka menengah hingga panjang! 🚀

PDF Full: BSRetailers0325

Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights