Aspirasi Hidup Indonesia (ACES IJ) Makro melemah apakabar SSSG ACES?🤔

Analis: Laras Nadira

Saham ACES anjlok -15,1% pada 20 Maret setelah data penjualan Februari 2025 dirilis, berlawanan dengan IHSG yang naik +1,1%. ACES melaporkan penjualan IDR599 miliar, turun tipis -0,3% y-y dan anjlok -17,6% secara bulanan. Nah mengapa hal ini bisa terjadi? Tentunya  akibat lemahnya daya beli, karena banyak konsumen menunda belanja demi diskon Ramadan dan pencairan THR. Selain itu, rebranding dari ACES ke AZKO setelah tinjauan ulang waralaba dengan ACE Hardware US juga berpotensi berdampak negatif terhadap penjualan. Hmm penasaran kan sama detail selanjutnya, yuk simak detailnya di bawah ini:

📊 Kinerja YTD: Masih Sesuai Ekspektasi?
Meskipun Februari lemah, penjualan YTD masih naik +4,8% y-y menjadi IDR1,3 triliun, berkat kuatnya penjualan Januari. Angka ini setara dengan 14,5/14% dari estimasi awal/konsensus dan masih sejalan dengan rata-rata historis (~15% dari total penjualan tahunan dalam dua bulan pertama). Namun, dengan tekanan daya beli yang berlanjut, kami menurunkan proyeksi penjualan FY2025/2026 sebesar -3,1%/-5,7%.

🛍 SSSG Berbalik Negatif!
Setelah dua tahun mencatat pertumbuhan positif, SSSG Februari 2025 terkontraksi -6,6%, terbebani oleh basis tinggi dari Februari 2024 (+15,3%).
– Jawa luar Jakarta: -8,1%
– Jakarta: -7,8%
– Luar Jawa: -4%
Secara kumulatif, SSSG 2M25 negatif di Jakarta (-3,9%) dan Jawa luar Jakarta (-3,2%), sementara hanya luar Jawa (+2,4%) yang masih bertahan positif.

⚠️ Outlook Maret: Harapan dari Ramadan?
Kami optimis penjualan Maret bisa membaik berkat faktor musiman Ramadan dan libur panjang yang meningkatkan trafik toko. Selain itu, banjir besar di Jawa dapat mendongkrak permintaan perlengkapan darurat dan pompa air. Namun, belanja konsumen masih cenderung tertahan, yang dapat menekan prospek penjualan 2025. Bagaimana dengan rekomendasi kami? saat ini kami melakukan downgrade menjadi HOLD dengan TP 670 dari yang sebelumnya pada TP 900.

PDF Full:BSACES0325

Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights