PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menargetkan kapasitas terpasang panas bumi mencapai 1,5 GW pada 2030. Target ini didukung oleh strategi pengembangan yang efisien dan inovatif, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin transisi energi hijau global.
Strategi Pengembangan Inovatif dan Efisien
PGEO akan mengadopsi pendekatan bertahap untuk meminimalkan risiko serta menerapkan teknologi baru yang meningkatkan efisiensi operasional. Perusahaan juga berencana memperluas kolaborasi untuk konsolidasi pasar, mengembangkan bisnis hijau baru seperti hidrogen dan amonia hijau, serta mendorong lokalisasi teknologi dengan memberdayakan manufaktur lokal komponen utama pembangkit panas bumi.
Kontribusi pada Ekonomi dan Transisi Energi
Percepatan pengembangan panas bumi sejalan dengan peta jalan EBT nasional yang menargetkan kapasitas 10,5 GW pada 2035. Target ini diproyeksikan menarik investasi hingga USD17-18 miliar, memberikan kontribusi USD22 miliar pada PDB, dan menciptakan hingga 1 juta lapangan kerja. Dengan potensi panas bumi terbesar kedua di dunia, Indonesia berpeluang besar menjadi raksasa energi hijau global, sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim yang sangat relevan bagi negara kepulauan seperti Indonesia.
Valuasi
Dalam aspek valuasi, saat ini PGEO diperdagangkan pada level EV/EBITDA berkisar pada 10,77x dengan rata-rata industri berkisar pada 66,06 yang mana secara industri saat ini diatas kertas cukup murah
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
