KFC Jagonya Ayam harus melakukan PHK hingga terpaksa menutup 47 gerai dan memutus hubungan kerja (PHK) 2.274 karyawan. Konflik Timur Tengah menambah tekanan pada kinerja PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang lisensi KFC di Indonesia.
Kinerja Keuangan FAST dalam Beberapa Tahun Terakhir
2022: FAST mencatatkan laba bersih sekitar Rp37 miliar. Namun, kinerja tahun ini belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi, dengan margin laba yang sangat tipis akibat kenaikan biaya bahan baku dan operasional.
2023: Perusahaan kembali merugi dengan kerugian bersih mencapai Rp152 miliar hingga kuartal ketiga 2023. Biaya bahan baku dan operasional yang terus meningkat, bersama dengan tekanan ekonomi yang masih ada, menjadi beban utama bagi FAST.
2024: Hingga kuartal ketiga, kerugian FAST melonjak tajam menjadi Rp558 miliar, hampir empat kali lipat dari kerugian tahun sebelumnya. Konflik Timur Tengah dan pemulihan ekonomi yang lebih lambat dari perkiraan memperparah tekanan terhadap kinerja perusahaan, memaksa FAST untuk melakukan PHK sebagai langkah efisiensi.
Pergerakan Harga Saham
Selama 3 tahun terakihr pergerakan harga FAST tidak kunjung mengalami peningkatan. Semenjak 2022 emiten FAST mengelami penurunan harga saham sebesar 72%.
Kesimpulan
Meskipun secara Valuasi diperdagangkan Di level 18X P/E vs 33 x PE (Rata-rata Industri) namun tentunya anda sebagai Investor perlu mencerna ulang apabila ingin membeli saham FAST. Dari segi Profitabilitas, EPS(Earning Per Share) terjadi penurunan selama 3 tahun terakhir dan terparah di Q3 2024 ini di (-186) sehingga menjadi downside risk bagi FAST
Disclaimer On
Regards
Investment Specialist
