SELL: IDR 2150
Analis:
Christine Natasya
UNVR melaporkan kinerja bottomline yang lesu sebesar IDR543 miliar di 3Q24 (-46,7% q-q, -62,0% y-y), yang merupakan laba kuartalan terendah dalam 18 tahun terakhir. Pendapatan yang lemah ini sebagian besar dipengaruhi oleh inisiatif pengurangan inventori, boikot, dan ketidakkonsistenan harga di pasar. Akibatnya, volume penjualan UNVR menurun drastis dengan UVG turun 16,1% dan UPG hanya tumbuh 2%. Bagaimana UNVR mengatasi tantangan ini? Yuk simak detailnya di bawah!
Penurunan Profit karena Tantangan Pasar
UNVR mengalami penurunan signifikan dalam laba bersih 3Q24 menjadi IDR543 miliar, terutama akibat tekanan pada leverage operasional dan penurunan gross profit margin (GPM) menjadi 45,5%. Ketidakkonsistenan harga dan struktur promosi yang tidak merata antara distributor besar dan kecil memperburuk situasi. Penjualan turun 6,6% q-q dan 18,0% y-y menjadi IDR8,4 triliun, dengan capaian revenue 9M24 hanya 70% dari target tahun ini.
Efisiensi melalui Otomasi Pabrik
Meskipun penjualan melambat, UNVR berupaya menyeimbangkan prospek volume dengan efisiensi jangka panjang lewat inisiatif otomasi dan digitalisasi, termasuk peningkatan logistik internal. Namun, ketidakpastian harga masih menjadi tantangan utama yang belum sepenuhnya terselesaikan. Mengingat kondisi ini, kami menurunkan rekomendasi dari HOLD menjadi SELL dengan target harga 12 bulan IDR2.150.
Gimana nih TemanDX, UNVR sekarang? Buy atau bye?
PDF Full:BSUNVR1024
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
