Analis
Arvin Lienardi
Abdusshomad Cakra Buana
Implementasi KRIS Segera Tiba 📅
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi bahwa KRIS (Standardized Inpatient Rooms) akan mulai diterapkan pada 30 Juni 2025 di 3.113 rumah sakit JKN. Tujuannya untuk standarisasi fasilitas rawat inap dengan 12 aspek penting seperti pencahayaan, suhu, dan akses toilet. Salah satu perubahan utama adalah penataan kamar dengan 4 tempat tidur untuk Kelas I-III, yang menaikkan standar Kelas III yang sebelumnya 6-8 tempat tidur, namun sedikit menurunkan Kelas I yang biasanya hanya 2-3 tempat tidur.
CoB: Program Positif jika Terwujud 💰
CoB (Coordination of Benefits) dirancang untuk mendukung pelaksanaan KRIS dan meringankan beban anggaran JKN. Dengan CoB, pasien Kelas I dapat membayar bersama antara JKN (75% dari tarif INA-CBG) dan asuransi swasta (hingga 125%), yang bisa meningkatkan pendapatan rumah sakit serta mengurangi tekanan pada anggaran JKN. Namun, implementasi CoB masih terbatas karena kurangnya produk dari asuransi swasta dan ketidakjelasan regulasi. Regulasi lebih jelas dari OJK bisa jadi kunci untuk kelancaran program ini.
Defisit Anggaran JKN yang Berkelanjutan 📉
Anggaran JKN mengalami defisit sejak 2023 dan diperkirakan terus berlanjut hingga 2025. Penyebabnya adalah kenaikan biaya medis, klaim yang meningkat, serta tarif INA-CBG yang naik. Jika tarif tunggal JKN diterapkan, pemerintah perlu menambah subsidi hingga IDR67tn, yang tentunya akan memperburuk defisit anggaran JKN. Namun, CoB bisa membantu mengurangi beban jika program ini berjalan efektif.
Sektor Rumah Sakit: Pilihan Utama adalah MIKA 💡
Kami tetap OVERWEIGHT pada sektor rumah sakit meski ada tantangan dari JKN. MIKA menjadi pilihan utama karena eksposurnya terhadap JKN lebih kecil. Selain itu, MIKA dapat memanfaatkan pemulihan pasar asuransi swasta lebih baik. Valuasi sektor saat ini juga menarik, berada di -2 standar deviasi dari EV/EBITDA 5 tahun, yang memberikan peluang investasi yang menarik.
⚠️Resiko: Namun, risiko utama yang perlu diperhatikan adalah rendahnya traffic pasien pada FY25 serta inflasi biaya medis yang lebih tinggi dari perkiraan.
Full pdf: BSHEALTHCARE0425
Disclaimer on:
Buying and selling decisions are personal responsibility
Regards
Investment Specialist
