Mayora Indah (MYOR IJ) Laba tertekan turun 38% y-y🍂

Analis
Laras Nadira

📦 Penjualan Masih On Track, Tumbuh Dua Digit!
MYOR mencatatkan pendapatan 1Q25 sebesar Rp9,9 triliun, tumbuh 13% yoy—sejalan dengan ekspektasi analis. Kenaikan harga jual (ASP) cokelat sejak Feb-25 dan strategi ASP rata-rata sepanjang FY24 mendukung pertumbuhan ini. Meski ada penurunan musiman 5% qoq, kinerja produk makanan tetap solid (+8% yoy), dan minuman olahan bahkan naik 19% yoy. Penjualan ekspor tumbuh lebih cepat (+14% yoy) dibanding domestik (+11% yoy), menunjukkan daya saing global MYOR tetap kuat.

📉 Laba Tertekan Biaya Promosi dan Gaji
Meski margin kotor naik 100bps qoq ke 21.9% berkat turunnya COGS, laba operasional dan bersih justru turun tajam: -36% yoy dan -38% yoy. Ini akibat lonjakan biaya iklan/promosi (+53% qoq) dan gaji (+35% qoq) seiring upaya MYOR memperkuat merek dan meluncurkan produk baru. Margin bersih juga turut menipis menjadi 7%, dan laba bersih hanya capai 21% dari proyeksi FY25, sedikit meleset dari ekspektasi.

🎯 Tetap BUY, TP Disesuaikan ke Rp2.800
Meski bottom line 1Q25 meleset, kami tetap rekomendasikan BUY untuk MYOR. Kinerja top line kuat, eksposur ekspor 42% jadi pelindung alami dari fluktuasi kurs, dan strategi pemasaran tetap disiplin di rasio AP-to-sales 8-10%. Kami sesuaikan estimasi laba bersih FY25 turun 7% dengan TP baru Rp2.800 (sebelumnya Rp3.000), berbasis 21x PE. 

⚠️Risiko utama: harga bahan baku dan volume penjualan yang lebih rendah dari perkiraan.

Full pdf: BSMYOR0525

Disclaimer on:
Keputusan membeli dan menjual sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi.

Salam hangat,
Investment Specialist

Tags:

Related Insights