Analis
Satria Sambijantoro
Evelyn Vidya Paramita
💼 Kinerja 1Q25 Solid, Laba Bersih Tumbuh 9.8% y-y
BBCA membukukan laba bersih Rp14.1 triliun (+9.8% y-y, +2.8% q-q), sejalan dengan proyeksi. Kinerja ditopang oleh pendapatan operasional yang kuat (+7.4% y-y) dan efisiensi biaya, terutama pada pos SDM. Kredit tumbuh 12.6% y-y, didorong segmen korporasi, konsumer, dan UKM. NIM naik ke 5.8% berkat yield aset lebih tinggi dan biaya dana <1%.
🏦 CASA Kuat, Likuiditas dan Kualitas Aset Terjaga
CASA naik 8.3% y-y, menopang pertumbuhan DPK sebesar 6.5% y-y dan menurunkan LDR ke 76.1%. Likuiditas ditempatkan ke instrumen berisiko rendah seperti SRBI dan SBN. Meskipun NPL dan LAR naik ke 2% dan 6%, CoC tetap rendah di 0.5%, dengan pencadangan memadai atas debitur mineral dan tekstil.
🧭 Strategi Prudent, Repricing Bertahap
Eksposur terhadap tarif AS minimal (~2% portofolio). Partisipasi BBCA dalam program Tapera mendukung pertumbuhan KPR dengan margin menarik. Manajemen tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan kredit FY25 sebesar 6–8%. Bahana memproyeksikan laba FY25/26E naik jadi +8.4%/+10.4% y-y. Lalu bagaimana dengan aspek valuasi dan target price BBCA? Kami tetap mempertahankan rating BUY dengan Target Price:11.220 atau pada level 4.8x target P/B 2025E atau 2.15x SD 5 tahun rata-rata .
⚠️Resiko: memburuknya kondisi ekonomi, semakin ketatnya persaingan likuiditas, serta meningkatnya biaya risiko kredit.
PDF Full: BSBBCA0425
Disclaimer on:
Keputusan membeli dan menjual sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi.
Salam hangat,
Investment Specialist
