Analis
Satria Sambijantoro
Evelyn Vidya Paramita
Rilis laporan keuangan terbaru Bank Mandiri mencatatkan laba bersih IDR55,8tn di FY24 (+1,3% y-y), tapi secara 4Q24 turun ke IDR13,8tn (-13,9% y-y, -11% q-q), kendati masih sesuai ekspektasi, beban bunga melonjak (+27,9% y-y) memukul kinerja laba Bank Mandiri😵💫. Disatu sisi pendapatan non-bunga melemah (-13,2% y-y), dan biaya operasional naik signifikan (+21,8% y-y), hal ini membuat PPOP turun ke IDR21tn (-5,83% y-y). Nah bagaimana dengan kabar kredit Bank Mandiri? Kredit tetap tancap gas (+19,5% y-y), akantetapi CoF naik ke 2,31% akibat likuiditas yang ketat. Dengan NIM 4Q24 stabil di 5,15%, sesuai target FY24 (5-5,3%), bagaimana detail kinerja LDR dan pandangan Kami kedepannya?🤔 Yuk simak narasi di bawah ini👇
LDR Naik ke 98%, Bisa Ngejar Likuiditas?💰
Bagaimana dengan dana pihak ketiga? DPK tumbuh melambat (+7,73% y-y vs. 14,9% di 9M24), CASA solid (+8,49% y-y), tapi deposito berjangka turun -1,94% q-q🧮. Alhasil, LDR naik ke 98%. Manajemen targetkan pertumbuhan DPK 10-12% di FY25, dengan fokus ke CASA. Kualitas aset aman: CoC turun ke 0,79%, LAR ke 6,76%, dan NPL ke 1,12%.
Akankah 2025, Mandiri mampu Menjaga Momentum⚖️ ?
Dengan kredit tumbuh pesat, tantangan utama bagi Bank Mandiri adalah likuiditas. Jika DPK tak cukup cepat, bank mungkin harus naikkan yield pinjaman. Manajemen targetkan NIM 5,0-5,2% dan kredit tumbuh 10-12%. Kami revisi proyeksi laba bersih ke +4,9% y-y dan turunkan target harga ke IDR6.700 (P/B 2x vs. 2,4x sebelumnya). BUY, tapi risiko makro & likuiditas tetap jadi perhatian! 🚀
PDF Full: BSBMRI0225
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
