Analis
Satria Sambijantoro
Evelyn Vidya Paramita
BBTN mencatat laba bersih sebesar IDR3tn di 2024, turun 14% y-y dan di bawah ekspektasi analis. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya pendapatan bunga bersih (NII) yang turun 14,1% y-y, sementara beban bunga masih tinggi. NIM pun tertekan ke 2,9% (-88bps y-y), membuat profitabilitas bank ini terganggu. Nah adakah angin segar bagi BTN di tengah penurunan kinerja akibat pelemahan pinjaman? Yuk simak ulasannya di bawah ini 👇
🏡 Kredit Melambat, CASA Naik Berkat ‘Bale’
Pertumbuhan kredit hanya mencapai 7,3% y-y di 2024, lebih rendah dari target awal 10-11%. Namun, pertumbuhan CASA (+9,8% y-y) menjadi angin segar, didukung oleh peluncuran super app “Bale by BTN” pada Februari 2025. Bank juga merombak struktur pegawai, dengan target mengalokasikan 10-12% tenaga kerja ke tim sales funding guna memperkuat pendanaan berbasis transaksi digital pada tahun 2025.
📉 Prospek 2025: Masih Penuh Tantangan
BBTN menargetkan pertumbuhan kredit lebih konservatif di 2025, sekitar 7-8%, dengan fokus pada CASA dan efisiensi operasional. Namun, laba diperkirakan masih turun 5% y-y di tengah tekanan likuiditas. Kami mempertahankan rating HOLD dengan target harga baru IDR1,000 (sebelumnya IDR1,225). Ke depan, potensi katalis bisa datang dari spin-off Bank Victoria Sharia, ekspansi digital, dan program rumah gratis pemerintah. 🚀
PDF Full:BSBBTN0225
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
