Evelyn Vidya Paramita
PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) membukukan laba bersih bank-only sebesar Rp4 triliun pada Januari 2025, tumbuh +4,5% YoY dan +1,1% MoM. Kinerja positif ini didorong oleh pertumbuhan net interest income (NII) sebesar +11,4% YoY menjadi Rp6,5 triliun, seiring dengan kenaikan pendapatan bunga +14,3% YoY dan perlambatan kenaikan beban bunga menjadi +20,3% YoY (dibandingkan 37% YoY di 12M24 dan 39,9% YoY di 1M24).
Nah, Meskipun opex meningkat +23% YoY menjadi Rp3,6 triliun, pendapatan non-bunga juga naik +7,3%, menghasilkan PPOP Rp5,5 triliun (+3,3% YoY). Selain itu, beban provisi turun -4,4% YoY, menekan cost of credit (CoC) menjadi 0,5% (vs. 0,7% di Januari 2024). Yuk simak detailnya dibawah ini👇
Pertumbuhan Kredit Kuat, Likuiditas Membaik 💳💰
BMRI mencatat pertumbuhan kredit sebesar +19,3% YoY menjadi Rp1.307 triliun pada Januari 2025, jauh melampaui target FY25E sebesar 10-12% YoY. Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh solid +15,1% YoY menjadi Rp1,4 kuadriliun, didorong oleh kenaikan CASA +14,5% YoY dan deposito berjangka +17,5% YoY. Kondisi ini memperbaiki rasio LDR menjadi 94% di Januari 2025 (vs. 98% di 12M24), mencerminkan likuiditas yang lebih sehat.
Kualitas Aset Tetap Terjaga 🏦✅
BMRI terus menunjukkan perbaikan dalam kualitas aset, dengan rasio non-performing loan (NPL) gross stabil di level rendah. Selain itu, NPL coverage ratio meningkat, mencerminkan manajemen risiko yang prudent dalam menjaga portofolio kreditnya. Dengan penurunan cost of credit (CoC) ke 0,5%, BMRI semakin efisien dalam mengelola risiko kredit, yang mendukung profitabilitas jangka panjang.
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
