Analis
Satria Sambijantoro
Evelyn Vidya Paramita
PT Bank Central Asia (BBCA IJ) menutup kinerja 2024 dengan dengan laba bersih gemilang sebesar Rp54,8 triliun (+12,7% y-y), didorong oleh pendapatan bunga bersih (NII) yang solid berkat peningkatan kredit hingga 63% dari total aset produktif. Nah dengan target kredit yang konservatif di tahun 2025 bagaimana potensi dari BCA serta bagaimana pandangan rekomendasi dari kami? Yuk cek ulasan detailnya di bawah ini👇
📊 Target Konservatif Kredit FY25
BBCA mencatat pertumbuhan kredit 13,8% y-y di 2024, melampaui rata-rata industri 10,4%. Pertumbuhan ditopang oleh kredit korporasi (+15,7% y-y), konsumer (+12,4% y-y), dan UKM (+14,8% y-y). Namun, dengan daya beli segmen mass market yang masih lemah, target pertumbuhan kredit FY25 ditetapkan lebih konservatif di kisaran 6-8% y-y.
🏦 Fokus Profitabilitas di Tengah Persaingan Deposito
Pendanaan BBCA mencapai Rp1.134 triliun (+2,9% y-y), dengan CASA yang tetap bertumbuh 4,4% y-y. Pasca suku pemangkasan suku bunga minggu lalu, bagaimana langkah BCA selanjutnya? Manajemen tetap mempertahankan suku bunga meski persaingan pasar deposito meningkat. Fokus pada profitabilitas dilakukan melalui repricing kredit di semua segmen, terutama konsumer seperti KPR dan pembiayaan kendaraan.
Rekomendasi Kami?🤔
Tanpa ragu Kami tetap mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga 12 bulan di Rp11.220 (P/B 4,52x 2025E). Eits jangan lupa tentu ada aspek risikonya ya TemanDX, risiko utama tetap pada kemungkinan perlambatan ekonomi yang memengaruhi kualitas aset. 📈
Full pdf: BSBBCA0125
Disclaimer on:
Buying and selling decisions are personal responsibility
Regards
Investment Specialist
