Sentul City (BKSL IJ) – Not Rated 🏞️ Selangkah Lebih Dekat Menuju Titik Balik

Analyst:
Arvin Lienardi

Minggu lalu kami mereview kembali strategi Sentul City (BKSL IJ), salah satu pemilik lahan terbesar di Jabodetabek dengan total landbank ~14.000 ha dan ~2.000 ha yang masih dapat dikembangkan. Setelah lama terjebak dalam tekanan likuiditas, kini BKSL mulai menunjukkan tanda pemulihan seiring upaya deleveraging dan pertumbuhan marketing sales.
Lalu bagaimana story menarik dari restrukturisasi dan kolaborasi dengan developer global? Yuk simak detailnya di bawah ini👇

📉 Dari Restrukturisasi ke Pemulihan Laba
BKSL telah melalui restrukturisasi besar—termasuk rights issue Rp5,1 triliun dan bulk land sale ke Genting. Hasilnya, D/E ratio turun dari 0,33x (2020) ke 0,15x per 3M25. Beban bunga ikut turun, dari Rp343 miliar (FY22) menjadi Rp309 miliar (FY24). Presales juga melonjak dari Rp189 miliar (FY22) menjadi Rp1,3 triliun (FY24), memberikan ruang untuk perbaikan laba.

🌏 Kolaborasi dengan Developer Global
Sentul punya rekam jejak kuat dalam menarik mitra global—termasuk JV proyek Opus Park dengan Sumitomo, Hankyu Hanshin Properties, dan Panasonic Gobel. Genting Plantations juga telah membeli 152 ha lahan untuk dikembangkan sebagai kawasan golf & mixed-use. Dengan masuknya CEO baru dari Gobel Group, peluang kolaborasi internasional dan penetrasi brand global diyakini makin terbuka.

🚆 Infrastruktur Jadi Katalis Utama
Pengembangan infrastruktur seperti rute TransJakarta P11, LRT fase 2, dan rencana tol Puncak–Cipanas menjadi katalis utama kenaikan harga lahan (saat ini masih Rp4–6 juta/m²). Retail presales tumbuh 30,4% y-y di FY24, namun masih lemah di 1H25 (baru capai 19,5% dari target tahunan), sehingga kejelasan proyek dan trigger makro sangat dibutuhkan.

💡 Kesimpulan:
Restrukturisasi utang, kerjasama strategis, dan potensi peningkatan nilai lahan dari infrastruktur baru menjadikan BKSL sebagai properti turnaround story yang patut dicermati menjelang 2026.

📄 Full PDF: BSBKSL0725

📌 ✍️ Disclaimer only:
Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights