Analis
Arvin Lienardi
Abdusshomad Cakra Buana
Siloam International Hospitals (SILO) melaporkan hasil operasional indikatif FY24 dengan total 325.000 pasien rawat inap (+7,5% YoY) dan 4,18 juta kunjungan rawat jalan (+5,8% YoY). Untuk 4Q24, SILO membukukan 80.000 pasien rawat inap (+0,9% YoY, -0,6% QoQ) dan 1,02 juta kunjungan rawat jalan (-4,7% YoY, -7,2% QoQ). Berdasarkan angka tersebut, kami memperkirakan pendapatan FY24 mencapai IDR 12,4 triliun (+11% YoY), atau setara dengan 98,3% dari estimasi kami. Nah penasaran dengan detail lanjutkan Siloam? Yuk simak narasi detailnya dibawah ini👇
🏥 Akuisisi 14 Rumah Sakit First REIT
SILO mengonfirmasi rencana akuisisi 14 rumah sakit First REIT yang akan diselesaikan dalam 2 tahun ke depan. Nilai akuisisi belum diungkapkan, tetapi kami mengestimasikan dapat mencapai IDR 9 triliun, yang kemungkinan akan didanai dari utang dan kas internal. utang ini dapat menambah beban bunga sebesar IDR 720 miliar per tahun dengan asumsi suku bunga 8%. kami menilai, potensi penambahan beban bunga dan depresiasi akan mengalahkan penghematan dari beban sewa dari ke-14 rumah sakit tersebut. Sehingga dalam jangka pendek berpotensi membebani laba bersih namun akan menghemat SILO dalam jangka panjang, dikarenakan sistem sewa dari 14 rumah sakri tersebut adalah sebesar 8% dari pendapatan rumah sakit tersebut sehingga biaya akan semakin besar seiring pertumbuhan pendapatan SILO.
📈 Strategi Pasca Akuisisi oleh CVC
Pasca akuisisi oleh CVC melalui Sight Investments, kepemilikan SILO kini terdiri dari CVC 63% (pengendali utama), Lippo Group 29%, dan sisanya publik. SILO berfokus pada peningkatan perawatan spesialis seperti bedah dan transplantasi, dengan target ARPOB IDR 14-18 miliar dan margin EBITDA ~30%. Perusahaan juga memiliki 8 proyek ekspansi/renovasi rumah sakit, dengan potensi tambahan 1.070 tempat tidur. Manajemen menargetkan pertumbuhan dua digit (>10%) baik untuk pendapatan maupun laba bersih untuk beberapa tahun ke depan. Kami mempertahankan estimasi pertumbuhan pendapatan 8-11% pada tahun 2025-2027, dengan margin EBITDA di ~27%.
✅ Rekomendasi: BUY dengan TP IDR 3.300
Kami mempertahankan proyeksi FY24-25E sambil menunggu laporan keuangan auditan. Rekomendasi BUY dengan target harga IDR 3.300, berdasarkan EV/EBITDA 13x FY24F (+2 s.d. dari rata-rata historis 5 tahun). Risiko utama: 1) pertumbuhan volume pasien lebih rendah dari ekspektasi, 2) penurunan intensitas pendapatan, dan 3) keterlambatan ekspansi SILO.
PDF: BSSILO0225
Disclaimer on:
Buying and selling decisions are personal responsibility
Regards
Investment Specialist
