Analyst: Jeremy Mikael
UNTR membukukan laba bersih sebesar IDR3.19 triliun di 1Q25, turun -30% y-y dan -19% q-qβjauh di bawah ekspektasi (baru 19% dari estimasi FY25E kami). Mengapa hal ini dapat terjadi?π€ Ya penyebab utamanya adalah tekanan margin akibat lonjakan COGS (+12% y-y) yang menekan margin kotor ke 20.6% (vs 25.3% di 1Q24). Tekanan lain timbul dari kerugian sebesar IDR502 miliar di entitas asosiasi Nickel Industries (NIC) akibat impairment pada dua smelter RKEF lamanya. Nah penasaran dengan kinerja segmen-segmen bisnis UT? Yuk simak narasi di bawah iniπ
π§ Komatsu Bangkit, Penjualan Alat Berat Naik 23% y-y
Di tengah tekanan laba, segmen alat berat justru tampil impresif. UNTR menjual 1.385 unit Komatsu di 1Q25, naik +26% q-q dan +23% y-y. Pemulihan volume terlihat merata, terutama di sektor kehutanan dan konstruksi. Kinerja ini menandai rebound pasca periode wait-and-see di tahun pemilu 2024, memberi sinyal positif untuk permintaan alat berat ke depan.
π§οΈ Segmen Tambang Batu Bara Melemah, Dihantam Cuaca dan Harga
Segmen batu bara masih jadi titik lemah. Curah hujan tinggi di lokasi klien menghambat operasional kontraktor, menekan overburden removal (-15% q-q) dan volume produksi klien (-12% q-q). Ditambah harga batu bara yang turun, pendapatan lini mining contracting melemah -12.5% q-q dan -5.5% y-y. Namun, produksi batu bara milik UNTR tetap solid di 3.8 juta ton (+28% q-q), menahan pelemahan lebih lanjut.
βοΈ Segmen Emas dan Nikel Stabil, Jadi Penopang Diversifikasi
Meski belum dominan, lini pertambangan mineral menunjukkan pertumbuhan sehat. Produksi emas naik +18.4% y-y ke 58 ribu oz, pulih dari kendala perizinan tahun lalu. Sementara itu, segmen nikel ikut menopang melalui konsolidasi bisnis dan ekspansi ke hilirisasi. Diversifikasi ini jadi bantalan kinerja saat batu bara melemah.
π Target Harga Turun ke IDR28.000, Tapi Valuasi Tetap Menarik
Kami turunkan estimasi laba FY25/26E dan target harga ke IDR28.000 (PE 2026E 6x) akibat margin yang lebih tipis. Meski demikian, saham UNTR tetap menarik di 4.9x PE 2026E, di bawah rata-rata 5 tahunnya. Kami tetap rekomendasikan BUY dengan prospek rebound earnings dari pemulihan alat berat dan stabilitas mineral.
Full pdf:Β BSUNTR0525
β οΈRisiko utama kami meliputi harga komoditas yang lebih rendah, volume produksi dan penjualan yang lebih rendah, serta keterlambatan proyek.
Disclaimer on:
Buying and selling decisions are personal responsibility
Regards
Investment Specialist
