Gojek Tokopedia (GOTO IJ) Kinerja Solid terdorong oleh semua segmen yang prima

Kevin Jonathan Panjaitan

🚀 GOTO membukukan Adj. EBITDA yang melampaui ekspektasi! Perusahaan mencatatkan EBITDA disesuaikan sebesar IDR399 miliar di 4Q24, melesat +191% QoQ dan +418% YoY, didukung oleh peningkatan di segmen ODS serta peralihan Fintech ke zona profit dengan Adj.EBITDA positif IDR14 miliar. Sepanjang FY24, Adj.EBITDA mencapai IDR327 miliar (FY23: -IDR3,7 triliun), melampaui target impas manajemen. Meskipun GTV FY24 turun -11,4% YoY akibat divestasi Tokopedia, pendapatan bersih tumbuh +7,5% YoY menjadi IDR15,9 triliun, atau 105% dari estimasi konsensus.

📦 ODS: Jaga Margin Lewat Layanan Premium
GTV ODS naik +18,7% YoY menjadi IDR63,1 triliun di FY24, sementara pendapatan bersih tumbuh +90,8% YoY ke IDR3,1 triliun. Adj.EBITDA disesuaikan naik +71% QoQ ke IDR267 miliar, dengan ekspansi margin Adj.EBITDA/GTV ke 1,6% (3Q24: 0,9%). Strategi premium seperti GoCar Premium, GoRide Premium, dan GoFood Express mendorong peningkatan margin, di mana GoFood Express kini menyumbang 28% GTV makanan.

🏦 Fintech: Momentum Pinjaman Kuat!
Fintech GTV naik +33,4% YoY ke IDR137,7 triliun, didorong oleh lonjakan outstanding loans (+174,9% YoY ke IDR5,2 triliun) dan pertumbuhan revenue +101,9% YoY. Dengan target outstanding loans IDR8 triliun di FY25E (+53,8% YoY), GOTO akan mengandalkan ekosistemnya—Gojek, GoPay, dan Tokopedia—untuk ekspansi lebih lanjut.

💰 Beban THR Online IDR100-150 Miliar, Lalu bagaimana prospek GOTO Kedepan?🤔
Mengacu pada regulasi Kemenaker, GOTO akan memberikan THR kepada mitra driver produktif, dengan estimasi biaya tambahan IDR100-150 miliar di 1Q25. Bagaimana dengan Prospek FY25E? GOTO menargetkan Adj. EBITDA disesuaikan IDR1,4-1,6 triliun, dengan kontribusi utama dari ODS (IDR1,1 triliun) dan Fintech (IDR300 miliar). Segmen ODS diproyeksikan tumbuh mid-teens di 2025.

📈 BUY dengan TP Naik ke IDR93/sh
GOTO menargetkan efisiensi lebih lanjut, termasuk pengurangan biaya cloud hingga 50% setelah migrasi ke Alibaba & Tencent. Dengan performa yang solid, kami menaikkan TP ke IDR93/sh (SOTP valuation), namun tetap memperkirakan net loss di FY25E/FY26E sebesar IDR3,9/3,2 triliun akibat dampak Tokopedia. Risiko utama: persaingan ODS, pertumbuhan fintech yang lebih lambat, serta daya beli yang lemah. 🚀

PDF Full: GOTO0325

Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights