Rekonsolidasi tiga tol Trans Jawa (JSB, JSN, JNK) serta beberapa penyesuaian tarif sejak 1H2023 telah memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pendapatan Jasa Marga di 9M2024. Ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan aset dan pendapatan tol yang ada. Lalu bagaimana dampak detail dari rekonsiliasi tarif tersebut? Yuk simak detail di bawah ini!
Pengeluaran Kas dan Non-Kas
* Pengeluaran Kas: Tumbuh sebesar 9,47%, seiring dengan peningkatan biaya operasional dan SDM.
* Pengeluaran Non-Kas: Meningkat 33,89%, didorong oleh tambahan amortisasi tiga tol Trans Jawa (±274 miliar) dan biaya overlay dari periode serah terima tol baru.
Kinerja EBITDA
* Pertumbuhan EBITDA: Positif, didukung oleh pertumbuhan pengeluaran kas yang lebih rendah dibanding pendapatan.
* Kontribusi Trans Jawa: Tiga tol Trans Jawa, dengan margin EBITDA lebih dari 87%, turut meningkatkan margin EBITDA konsolidasi perusahaan di 9M2024.
Laba Inti & Laba Bersih
* Laba Inti:Mengalami peningkatan karena pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya kas.
* Laba Bersih: Menurun dibanding 9M2023, akibat keuntungan non-kas dari buyback RDPT (±4,1 T) yang hanya terjadi di tahun sebelumnya. Di 9M2024, keuntungan non-kas hanya berasal dari implementasi PMK 72 (±702 miliar).
Rasio Keuangan & Valuasi
Perusahaan terus menjaga kesehatan finansial sesuai dengan persyaratan kreditur, sambil menjalankan ekspansi bisnis. Peningkatan terlihat pada dua rasio penting, yakni DER dan ICR, yang menunjukkan performa keuangan yang lebih baik di 9M2024. Secara valuasi Kamis, 7 November lalu JSMR diperdagangkan pada level EV/EBITDA berkisar pada 10,18x dengan rata-rata industri berkisar 8,51x yang mana JSMR relatif cukup mahal dibanding industrinya.
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
