Analis: Laras Nadira
Pendapatan MYOR melesat 14,6% di 2024, tetapi laba bersih turun 6,1% akibat tekanan margin. Meski penjualan domestik dan ekspor kuat, harga bahan baku yang tinggi membebani profitabilitas. Namun, dengan harga kakao mulai turun dan momentum Ramadhan di depan mata, apakah 2025 bisa menjadi tahun kebangkitan MYOR?
Pendapatan Kuat, tapi Margin Terhimpit 📊
Di 4Q24, MYOR mencetak pendapatan IDR 10,4 triliun, naik 21,4% y-y berkat momen libur akhir tahun. Segmen makanan tumbuh 17,6%, sementara minuman melonjak 27,9%! Secara tahunan, pendapatan mencapai IDR 36 triliun (+14,6% y-y), di atas ekspektasi. Namun, margin kotor turun ke 23% (vs target 25%) akibat harga bahan baku yang masih tinggi. Laba bersih MYOR pun terkoreksi 6,1% ke IDR 3,0 triliun, hanya mencapai 89% dari proyeksi kami.
Tertolong Forex, tapi Biaya Iklan & Gaji Meningkat 💸
Di tengah tekanan margin, MYOR mendapat suntikan keuntungan dari forex sebesar IDR 233 miliar, membuat penurunan laba lebih ringan di 4Q24 (-15,7% y-y). Namun, biaya pemasaran dan gaji karyawan yang naik menekan laba operasional hingga -21,5% y-y. Net profit margin (NPM) pun turun ke 9,4% dari 13,5% di 4Q23.
2025: Harapan dari Turunnya Harga Kakao & Momentum Ramadhan 📉🌙
Sejak puncaknya di Desember 2024, harga kakao telah turun 28,6%, memberi angin segar bagi margin MYOR. Dengan tambahan dorongan dari peningkatan konsumsi saat Ramadhan, kami optimistis profitabilitas bisa membaik. Kami pun menaikkan proyeksi pendapatan MYOR untuk FY2025/2026 masing-masing 6,7% dan 7,9%.
Rekomendasi BUY dengan TP Lebih Rendah📌
Kami tetap merekomendasikan BUY dengan target harga IDR 3.000 (sebelumnya IDR 3.200), berdasarkan PE 21x pada EPS 2025E.🚀
Risiko utama⚠️: volatilitas harga bahan baku dan penjualan yang lebih rendah dari perkiraan. Dengan momentum pemulihan margin dan prospek pertumbuhan volume, MYOR masih menarik untuk dikoleksi!
PDF Full: BSMYOR0325
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
