Pakuwon Jati (PWON IJ) Laba Bersih Melemah, Segmen Recurring Tetap Tangguh

Analis
Arvin Lienardi

PWON mencatat laba bersih inti Rp403 miliar di 1Q25 (-34% q-q, -12% y-y), di bawah ekspektasi (baru capai 13% dari estimasi Bahana). Pendapatan turun jadi Rp1,55 triliun (-17% q-q, +2% y-y), tertekan oleh penyerahan properti yang lebih rendah. Margin kotor stabil, tapi laba bersih tergerus oleh opex yang naik (bonus Lebaran) dan rugi kurs seiring depresiasi Rupiah. 

🏢 Segmen Recurring Jadi Penopang
Pendapatan recurring Rp1,32 triliun (-5% q-q, +10% y-y), menyumbang 55% dari total. Sewa ruang naik jadi Rp814 miliar (+6% q-q, +11% y-y), ditopang kenaikan tarif sewa dan service charge. Pendapatan hotel Rp287 miliar (-25% q-q, +5% y-y), terkoreksi karena musiman dan basis tinggi dari tahun politik.

🏗️ Marketing Sales Masih Loyo
Marketing sales 1Q25 tercatat Rp326 miliar (-23% q-q, -14% y-y), baru 18% dari target FY25 Rp1,8 triliun. Belum ada proyek baru, dan segmen apartemen masih lesu. Namun, penjualan insentif (stok lama) cukup signifikan, capai 59% dari total. Tahun ini, PWON akan mulai pembangunan superblok Batam, Semarang, dan ekstensi Kokas—potensi mendukung presales ke depan.

📉 Revisi TP Jadi Rp520, Tetap BUY
Kami turunkan proyeksi laba 2025 sebesar -16% dan TP jadi Rp520 (dari Rp560). Kenapa demikian?  Ya, hal ini mencerminkan pelemahan kurs dan pengakuan pendapatan Bekasi. Namun, recurring income yang kuat dan pipeline proyek yang solid tetap jadi alasan kami mempertahankan rekomendasi BUY. 

⚠️Risiko: marketing sales di bawah target & pendapatan properti investasi yang lemah.

PDF Full: BSPWON0525

Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights