Analis
Jeremy Mikael
Abdusshomad Cakra Buana
UNTR mencatat pendapatan 4Q24 sebesar IDR 34,87 triliun (-0,5% QoQ; +12,5% YoY), dengan segmen emas & nikel bersinar terang di IDR 3,2 triliun (+34,1% QoQ; +238,9% YoY) ✨, menutupi pelemahan di kontraktor tambang (IDR 14,4 triliun, -8,2% QoQ; -2,8% YoY). Terus bagaimana dengan kinerja dan pandangan kami? Yuk simak narasi lengkapnya di bawah ini👇
Pendapatan sejalan dengan konsensus✨
Nah secara keseluruhan, pendapatan FY24 naik ke IDR 134,4 triliun (+4,5% YoY), sejalan dengan estimasi kami/konsensus (101%/103%) 📊. Namun, laba bersih 4Q24 turun ke IDR 3,94 triliun (-35% QoQ; -25,1% YoY) akibat basis tinggi di 3Q24 dari keuntungan pelepasan aset. Meski begitu, laba bersih FY24 tetap sejalan di IDR 19,53 triliun (-5,2% YoY), mencapai 98% dari proyeksi kami dan 99% dari konsensus 🔍.
4Q24 Operationals: Performa tetap solid meski Komatsu ngos-ngosan 😮💨
Penjualan Komatsu 4Q24 turun ke 1.099 unit (-6,4% QoQ; +21,4% YoY) karena pola musiman yang lebih kuat di awal tahun. Tapi jangan panik! Produksi batu bara masih tangguh di 36 juta ton (-13,3% QoQ; +8,1% YoY) dan pengupasan OB mencapai 297 bcm (-10,2% QoQ; +4,8% YoY) ⚒️. Yang lebih menarik, penjualan emas & nikel melejit 🚀 +19,6% QoQ dan +131% YoY ke 67 ribu ons, menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan sektor alat berat dan batu bara.
BUY dengan TP IDR 32.000 – UNTR tetap jawara di sektor ini 🏆
Kami tetap bullish dengan rekomendasi BUY dan TP IDR 32.000, berbasis 5,8x PE 2025E, atau -0,5x standar deviasi dari rata-rata PE lima tahun terakhir 📈. Saat ini, saham diperdagangkan di 4,2x PE 2025E, di bawah -1,0x standar deviasi historisnya, menjadikannya peluang menarik 💰. Risiko utama? 1) Harga komoditas melemah 📉, 2) Produksi & penjualan lebih rendah dari ekspektasi 📦, dan 3) Keterlambatan proyek baru 🏗️.
PDF: BSUNTR0225
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
