XL Axiata (EXCL IJ) Perkuat Posisi, inikah alasan Merger Fren XL? 🗼

Analis
Kevin Jonathan Panjaitan

Dunia telekomunikasi Indonesia kembali berguncang dengan kabar XL Axiata (EXCL IJ) dan Smartfren (FREN IJ) resmi bergabung dalam sebuah merger strategis, dengan nama baru XLSmart. langkah ini dipandang sebagai upaya signifikan untuk memperkuat posisi di pasar domestik yang semakin kompetitif. Dengan EXCL sebagai entitas penerus, merger ini menjanjikan berbagai peluang, namun tidak lepas dari tantangan besar yang perlu dicermati.

Mengapa ini penting?🤔
Langkah ini bukan sekadar penggabungan dua perusahaan, tetapi sebuah langkah strategis untuk meningkatkan skala operasi, memperluas segmen pasar, dan meningkatkan efisiensi. EXCL akan mengelola lebih dari 94,5 juta pelanggan, termasuk 35,9 juta dari FREN, serta memanfaatkan spektrum gabungan sebesar 152 MHz (33,6% dari total nasional). Dengan fokus segmen pasar yang berbeda—kelas atas untuk XL dan generasi muda untuk Smartfren—XLSmart memiliki peluang untuk melayani lebih banyak kebutuhan pelanggan secara holistik.

Prospek serta valuasi paska merger🛄

  • Valuasi: Valuasi entitas gabungan EXCL mencapai IDR2.350/saham, dengan indikasi equity value sebesar IDR42,6 triliun (EV/EBITDA 4,6x), sementara FREN di IDR25/saham dengan indikasi equity value IDR11,9 triliun (EV/EBITDA 5,7x). 
  • Susunan kepemilikan: Pasca merger, struktur kepemilikan akan berubah dengan Axiata dan Sinarmas masing-masing memegang 34,8%, serta publik sebesar 30,4%.
  • Deviden: EXCL juga telah menjanjikan dividen sebesar IDR1,1 triliun (IDR85/saham) pada semester pertama 2025, dengan yield sekitar 3,8%. 
  • Potensi sinergi: Merger ini diperkirakan menghasilkan efisiensi tahunan sebesar USD300-400 juta dalam 3-5 tahun melalui optimalisasi jaringan, vendor, dan digitalisasi.

Bercermin dari ISAT-Tri, Bagaimana Dengan EXCL?🪞
Melihat pengalaman merger ISAT-Tri pada 2022, ada potensi peningkatan efisiensi yang signifikan. EBITDA margin ISAT meningkat dari 40,3% (1Q22) ke 47% (4Q23), sementara laba bersih melonjak 76% pada 2022 dan 144% pada 2023. Namun, tantangan implementasi tetap menjadi risiko nyata.

Risiko yang Harus Dicermati⚠️

Meskipun potensi jangka panjangnya menjanjikan, ada beberapa risiko yang harus diwaspadai!

  • Persaingan yang ketat di industri telekomunikasi 
  • Implementasi merger yang tidak efektif, dampak dilusi laba bersih akibat rugi bersih FREN, 
  • Potensi penurunan pendapatan perusahaan menara seperti TBIG dan TOWR akibat situs yang tumpang tindih

Lalu bagaimana pandangan kami?🧐
Dengan target harga berbasis EV/EBITDA 5x sebesar IDR2.770 untuk EXCL, kami tetap optimis terhadap potensi jangka panjang merger ini. Meskipun ada tantangan, sinergi yang dihasilkan berpeluang besar membawa XLSmart ke level baru dalam industri telekomunikasi Indonesia. Aksi ini memberikan peluang bagi investor yang mencari pertumbuhan jangka panjang.

PDF Full: BSEXCL1224

Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights