Analis
Kevin Jonathan Panjaitan
Laba Melonjak di FY24 EXCL membukukan laba bersih IDR502bn di 4Q24 (+72,2% q-q, +95,5% y-y), membawa total laba FY24 ke IDR1,8tn (+44,7% y-y), sesuai ekspektasi pasar. Nah dari sisi Pendapatan, kinerja tahun lalu naik 8,7% q-q & 6,8% y-y ke IDR9,0tn, terutama berkat kontribusi akuisisi pelanggan LinkNet (LINK IJ). Namun, performa mobile stagnan dengan ARPU tetap IDR41k dan jumlah pelanggan 58,8 juta. Dengan EBITDA yang membaik akankah EXCL menjadi menarik?🤔 Yuk simak detailnya di bawah ini👇
📉 Persaingan Ketat Tekan Performa Mobile
Meski EXCL menaikkan harga pada September, ARPU tetap flat karena persaingan ketat dari pemain lain yang gencar memberikan diskon kartu SIM serta kompetisi tidak langsung dari penyedia WiFi, terutama operator tidak berlisensi.
🏡 Ekspansi FBB, Tantangan Baru di Depan!
Akuisisi pelanggan First Media membuat pelanggan Fixed Broadband (FBB) EXCL melonjak 336% y-y ke 1,02 juta, menjadikannya provider broadband terbesar kedua di Indonesia. Namun, industri FBB makin kompetitif dengan Solusi Sinergi Digital (WIFI) menawarkan harga agresif IDR100k untuk 100Mbps.
📌 Rekomendasi: BUY, TP IDR2.770
Dengan demikian Kami tetap merekomendasikan BUY dengan target harga IDR2.770, berbasis EV/EBITDA 4,7x (di atas rata-rata 5 tahun). Meskipun segmen mobile stagnan, kami optimis merger EXCL-FREN akan menciptakan nilai tambah. Perusahaan menargetkan merger rampung di 1H25, menunggu persetujuan OJK & Kemenkominfo.
⚠️ Risiko: Persaingan makin intensif Nah tentunya ada resiko yang perlu diperhatian nih dari EXCL. Dimana keterlambatan merger, potensi dilusi laba EXCL akibat kerugian FREN, dan potensi penurunan rasio dividen.
PDF Full: BSEXCL0225
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
