Astra Internasional (ASII IJ) ASII Tancap Gas! Diluar ekspektasi pelemahan industri otomotif 🚗💨

Analis
Jeremy Mikael

Di tengah tantangan pasar mobil yang lesu sepanjang 2024, ASII justru membuktikan ketangguhannya! Pendapatan tembus IDR 331 triliun, laba tetap solid, dan dividen tetap menarik. Apa rahasianya? Akankah segmen jasa keuangan dan infrastruktur jadi penyelamat?  Yuk, simak ulasannya! 👇

Pendapatan di Atas Ekspektasi, Berkat Diversifikasi Bisnis 📈
ASII mencatat pendapatan IDR 84,6 triliun di kuartal terakhir 2024, membawa total tahunan ke IDR 331 triliun, melampaui estimasi kami dan konsensus! Meski pasar mobil sedang lesu, ASII tetap tangguh berkat penjualan kendaraan roda dua yang kuat, pangsa pasar mobil yang lebih tinggi dari perkiraan, serta stabilnya bisnis suku cadang. Segmen alat berat dan kontraktor tambang dari UNTR juga tetap solid meski harga batu bara melemah. Laba bersih bertahan di IDR 34,05 triliun, menunjukkan performa yang lebih kuat dari ekspektasi pasar.

Jasa Keuangan & Infrastruktur Jadi Juru Selamat 💰🏗️
Di saat bisnis otomotif menghadapi tekanan, segmen jasa keuangan ASII justru bersinar dengan laba IDR 8,35 triliun, tumbuh 6,3% secara tahunan. Sektor infrastruktur juga mencatat lonjakan laba hingga 361% ke IDR 1,3 triliun! Kombinasi ini berhasil menutup dampak dari penurunan penjualan mobil dan alat berat, membuktikan bahwa diversifikasi bisnis ASII benar-benar efektif dalam menjaga kestabilan kinerja.

Strategi 2025: Mobil Hybrid & Ekspansi Kesehatan 🚙⚕️
Manajemen optimis pasar otomotif akan pulih dengan target penjualan nasional di kisaran 860–900 ribu unit tahun depan. Strategi utamanya? Meluncurkan mobil hybrid baru untuk segmen mass-market. Selain itu, ASII juga makin serius masuk ke bisnis kesehatan, dengan target kontribusi sekitar IDR 1,3 triliun dari ekosistem layanan medisnya pada 2030.

Dividen Tetap Menarik, Saatnya Koleksi Saham ASII? 💵📊
Nah menariknya ASII berencana membagikan dividen final IDR 308 per saham, yang jika ditambah dividen interim Oktober 2024, totalnya mencapai IDR 406 per saham, setara dengan yield sekitar 8,6%! Payout ratio sebesar 48% sejalan dengan normalisasi setelah era payout tinggi pasca-boom batu bara 2022.

BUY dengan Target IDR 5.600 – Valuasi Masih Menarik! 📉📈
Harga saham ASII sudah turun 10% sejak Desember 2024, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan PPN dan pajak baru. Namun, dengan kinerja yang tetap solid, dividen yang menarik, dan valuasi yang masih murah, kami menaikkan rekomendasi ke BUY dengan target harga IDR 5.600, memberikan potensi upside 20%. Risiko utama tetap ada, seperti penurunan penjualan kendaraan, keterlambatan peluncuran model baru, dan harga komoditas yang lebih lemah dari perkiraan.

PDF Full: BSASII0325

Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights