Analis
Satria Sambijantoro
Evelyn Vidya Paramita
Laba tumbuh, mengalahkan ekspektasi 📊
BBTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp904 miliar di 1Q25, tumbuh 5,1% secara tahunan dan melampaui ekspektasi analis (32% dari estimasi FY25 kami). Kinerja ini didorong oleh lonjakan PPOP sebesar 17,3% y-y, didukung pertumbuhan pendapatan bunga bersih (+17,1% y-y) dan efisiensi biaya operasional. NIM menguat ke 3,6%, sementara CIR membaik ke 53,6%. Namun, provisi meningkat tajam dan rasio NPL naik ke 3,3%, menandakan adanya tekanan kualitas aset, terutama di segmen KPR.
Kredit tumbuh lambat, fokus beralih ke pendanaan murah 💰
Pertumbuhan kredit hanya mencapai 5,5% y-y, lebih lambat dari target tahunan 7–8%. BTN kini mengutamakan penguatan dana murah melalui tabungan dan giro ritel serta segmen menengah, mendorong CASA ratio naik ke 51,1%. Inisiatif digital seperti Bale by BTN ikut menopang penurunan CoF menjadi 4,05%. Sementara itu, segmen syariah tumbuh positif dengan aset naik 11,6% y-y dan laba bersih melonjak 21,1%.
Prospek jangka panjang tetap menjanjikan, tapi risiko masih membayangi 🏘️
Dengan perluasan program FLPP menjadi 440 ribu unit dan kerja sama proyek perumahan urban dengan investor asing senilai USD2 miliar, BBTN punya potensi pertumbuhan jangka panjang. Namun, kami tetap berhati-hati terhadap tekanan likuiditas, lemahnya daya beli masyarakat, dan risiko memburuknya kualitas aset. Proyeksi laba 2026E kami naikkan sedikit, tapi rekomendasi HOLD tetap kami pertahankan, dengan target harga 12 bulan di Rp1.000.
⚠️Resiko: Kami tetap berhati-hati mengingat kondisi likuiditas yang ketat saat ini, melemahnya daya beli masyarakat, serta potensi risiko lanjutan terhadap penurunan kualitas aset.
PDF Full: BSBBTN0425
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
