PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) bikin langkah besar dengan menutup layanan operational produk fisik per Selasa (7/1). Keputusan ini adalah bagian dari transformasi untuk fokus ke produk virtual, seperti pulsa prabayar dan token listrik. Dalam blog resminya, Bukalapak menyebut ini sebagai strategi untuk lebih efisien menghadapi tantangan pasar. Namun, performa saham BUKA terus merosot sejak IPO pada 2021. Dari harga Rp 850/saham, kini hanya Rp 117/saham 📉. Hmm, meski begitu, BUKA masih punya sisa dana IPO sebesar Rp 9,82 triliun:
- 🏦 Rp 900 miliar di deposito & giro.
- 📜 Rp 8,9 triliun di obligasi pemerintah. (Kontan)
Lalu kenapa BUKA menutup produk fisiknya?
Menurut Bukalapak, kontribusi produk fisik ke total pendapatan mereka cuma kurang dari 3% dimana langkah ini diambil buat lebih fokus ke produk virtual seperti pulsa dan token listrik, yang punya margin lebih oke. Harapannya, strategi ini bisa bantu Bukalapak cepat nyampe EBITDA positif dan bikin bisnis mereka lebih efisien, sehat, dan tetap cuan di tengah persaingan e-commerce yang makin sengit. 💪✨ (Liputan 6)
Lalu bagaimana nasib pergerakan harga saham market place lainnya?🤔
- GOTO: IPO di Rp 338/saham (April 2022), kini di Rp 80/saham 📉, walupun saat ini bisa dibilang sudah mulai bergerak positif apabila menggunakan timeframe pendek.
- BELI: BELI pun sama sejak IPO di Rp 450/saham (November 2022), stagnan di level IPO ⚖️.
Nampaknya transformasi dan inovasi jadi kunci agar sektor e-commerce bisa bertahan di tengah persaingan yang makin ketat 🛠️✨. Kalau menurut kalian bagaimana nasib BUKA kedepannya? Yuk komen🤔
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
