Analis: Purbiantoro Lintang & Satria Sambijantoro
Rabu (21/05/2025) lalu ketika banyak negara masih menahan diri, BI justru tancap gas lebih dulu! Suku bunga dipotong demi selamatkan pertumbuhan yang mulai loyo. Apa yang mendorong langkah ini? Hmm Penasaran?🤔 Yuk simak detailnya di bawah 👇
🔹 Kenapa BI putuskan cut rate? 💡
BI menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke 5,50% karena melihat sinyal pelemahan ekonomi (PDB 1Q25 hanya tumbuh 4,87% y-y) dan inflasi yang sangat jinak (1,98% y-y per Maret). Dengan konsumsi belum pulih sepenuhnya dan tekanan harga mereda, BI melihat ruang untuk mendorong permintaan domestik dan menjaga momentum pemulihan.
🔹 Tambah likuiditas lewat RPLN 🚰
BI juga meningkatkan rasio pendanaan luar negeri (RPLN) dari 30% ke 35%, memberi kelonggaran bagi bank untuk menarik dana dari luar negeri. Nah apa tujuannya?🤔 memperbesar ruang kredit dan mendorong penurunan bunga pinjaman ke masyarakat dan pelaku usaha.
🔹 Rupiah stabil, tapi tergantung arus modal ✈️
Meski rupiah menguat ke IDR16.400/USD, kekuatannya banyak ditopang oleh aliran masuk investor asing ke obligasi (USD1,76 miliar YTD), bukan dari kekuatan fundamental. Lalu apa artinya?🤔 Dengan yield US Treasury naik ke 5% dan ketidakpastian arah The Fed, tekanan terhadap rupiah masih bisa datang sewaktu-waktu.
🔹 BI bakal jeda dulu sambil lihat kondisi global 🧭
Langkah lanjutan akan sangat bergantung pada stabilitas rupiah dan sentimen investor global. Untuk saat ini, BI cenderung wait-and-see, menunggu kepastian dari kebijakan The Fed dan pergerakan pasar keuangan global sebelum melanjutkan pelonggaran.
📄 Full PDF: BSMACRO0525
Nahh kamu tim mana, tim risk on atau risk off nih? Yuk Komen!
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
