Bank Central Asia (BBCA IJ): Laba tumbuh double digit

BUY: IDR11,220
Analyst:

Satria Sambijantoro
Evelyn Vidya Paramita

BCA si raja CASA berhasil mencatat laba bersih IDR14,2 triliun di 3Q24 (+16,1% y-y), dengan total 9M24 sebesar IDR41,1 triliun (+12,8% y-y). Pertumbuhan ini didorong oleh kredit yang kuat dan peningkatan CASA sebesar 5,2% y-y. Bagaimana dengan ratio-ratio perbankan lainnya? yuk simak detailnya di bawah ini:

Pertumbuhan Laba Bersih yang Solid
BBCA melaporkan laba bersih sebesar IDR14,2 triliun (+1,4% q-q, +16,1% y-y) pada 3Q24, sehingga total laba bersih untuk 9M24 mencapai IDR41,1 triliun (+12,8% y-y). Pertumbuhan ini sesuai dengan estimasi konsensus didorong oleh pendapatan operasional yang meningkat 10,4% y-y menjadi IDR80,1 triliun. Bagaimana dengan pertumbuhan kredit? Kredit BCA mencapai 14,5% y-y, dengan kontribusi terbesar dari kredit korporasi, UMKM, konsumer, dan komersial. Industri hilirisasi mineral menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kredit korporasi. Peningkatan NIM menjadi 5,8% juga berkontribusi pada kinerja positif ini, mendorong BBCA untuk menaikkan panduan FY24 untuk pertumbuhan kredit dan NIM.

Likuiditas Memadai dan Kualitas Aset yang Terjaga
BBCA menunjukkan optimisasi LDR yang mencapai 75% di 9M24 (+770bps y-y), didukung oleh pertumbuhan deposito sebesar 3,4% y-y dan peningkatan CASA sebesar 5,2%. Dari segi kualitas aset, BBCA berhasil mengurangi LAR sesuai panduan, meskipun CoC naik menjadi 0,6% di 3Q24 karena efek siklus atau musiman. Dengan tingkat likuiditas yang solid dan kualitas aset yang baik, BBCA diperkirakan tetap kompetitif, terutama dalam menghadapi dampak penurunan suku bunga BI yang kemungkinan besar tidak akan signifikan memengaruhi CoF bank, karena dominasi CASA yang signifikan.

Jadi gimana nih TemanDX? Si raja CASA BBCA, buy atau bye?

Full pdf:BSBBCA1024

Disclaimer on:
Buying and selling decisions are personal responsibility

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights