Cinema 21 merupakan tempat yang tidak asing lagi bagi pengemar layar lebar Indonesia, dimana bioskop Cinema 21 menjadi tempat favorit terutama di akhir pekan tidak hanya untuk nonton film tapi juga menikmati kuliner yang ada didalamnya. Tingginya minat masyarakat ini cukup tercermin dari pertumbuhan screen dimana pada 30 Sep 2024 ini saja tercatat 1,322 screen hadir di Cinema 21, lalu bagaimana kinerja lebih lanjut dari CNMA? yuk simak detailnya di bawah ini:
Penjualan tiket dorong revenue CNMA?
Pada 9M24, pendapatan perusahaan meningkat sebesar 12%, didorong oleh kenaikan penjualan tiket bioskop yang menjadi kontribusi utama terhadap total pendapatan. Selain itu, ekspansi jumlah layar dibandingkan dengan periode sebelumnya turut berperan dalam peningkatan ini. Laba Kotor juga naik sebesar 12% YoY dengan margin laba kotor yang stabil di kisaran 59-60%.
Bagaimana dengan F&B?
Sektor F&B menunjukkan perbaikan margin laba kotor menjadi 73,7% dari 72,3% di tahun sebelumnya, berkat optimalisasi biaya dan harga. Lalu bagaiman rencana ekspansi di 4Q24? perusahaan berencana membuka bioskop baru di 8 lokasi (Jakarta, Bekasi, Surabaya, Klaten, Timika, Mamuju), yang akan menambah lebih dari 30 layar baru.
Valuasi CNMA IJ
Secara valuasi saat ini CNMA secara EV/EBITDA diperdangankan dengan 7,9x dimana secara industri layar lebar valuasi EV/EBITDA berkisar 15,2x yang mana secara valuasi EV/EBITDA industri CNMA relatif cukup murah dan menarik terdorong juga dari kinerjanya yang cukup solid.
Nah, gimana nih menurut kalian penikmat film dan investor? Buy or Bye nih
Disclaimer on:
Buying and selling decisions are personal responsibility
Regards
Investment Specialist
