Analyst
Arvin Lienardi
Akhir November lalu, kami berdiskusi dengan Mr. Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers Indonesia, mengenai sektor real estate di Indonesia, khususnya properti high-rise dan segmen hospitality di Jakarta. Secara keseluruhan pemulihan sektor properti telah melampaui level pra-pandemi, dengan segmen seperti hotel dan pusat data menunjukkan pertumbuhan pesat berkat digitalisasi dan promosi pariwisata. Namun, apartemen dan sewa kantor masih tertinggal dalam siklus pemulihan Lalu bagaimana detail lanjutanya? Serta bagaimana outlook properti kedepan? Yuk simak dibawah ini!
✨ Highlight Diskusi:
- 🏨 Hotel & Pusat Data: Menjadi penggerak utama pemulihan berkat tren digitalisasi dan peningkatan kunjungan wisata.
- 🏠 Apartemen: Mulai menunjukkan potensi pemulihan. Kenaikan harga sewa rumah tapak hingga 15-30% di lokasi premium memicu peralihan permintaan ke apartemen. Namun, suku bunga tinggi dan trauma investor atas proyek yang tidak sesuai dengan dijanjikan pengembang menjadi hambatan utama dari pemulihan sektor.
- 💼 Sewa Kantor: Tarif sewa di CBD Jakarta telah stabil di IDR226k/m² pada FY24E dan berpotensi mengahkiri tren penurunan harga sewa kantor, okupansi telah mencapai 70-80%.
- 🛍️ Ritel: Segmen paling tangguh, didukung oleh “revenge shopping” pasca pandemi dan strategi pemasaran inovatif. Mall kelas atas mencatat okupansi ~90% dengan potensi kenaikan tarif sewa.
📈 Pandangan Kami:
Pemulihan apartemen dan sewa kantor diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor properti ke depan. Namun, dengan sebagian besar segmen telah mencapai basis tinggi, laju pertumbuhan cenderung melambat.
Full PDF: DXCAColliersIndonesia
Disclaimer on:
Buying and selling decisions are personal responsibility
Regards
Investment Specialist
