Makro Indonesia: BI Tahan Suku Bunga, Fokus Stabilkan Rupiah

Analis
Purbiantoro Lintang
Satria Sambijantoro

Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan di level 5,75% pada April 2025, sesuai ekspektasi pasar. Gubernur Perry Warjiyo menekankan pentingnya menjaga stabilitas rupiah di tengah tensi dagang global dan risiko tarif dari AS. Lalu bagaimana kabar rupiah dan investasi asing?🤔

📉 Rupiah Melemah, Jadi Mata Uang Asia Paling Tertekan
Rupiah menyentuh Rp16.865 per dolar AS — level terlemah sepanjang sejarah — turun 7% sejak awal tahun. Tekanan datang dari eskalasi perang tarif AS, di mana produk tekstil RI terkena beban tarif total hingga 47%.

📈 Asing Tetap Masuk Kendati Global Tak Menentu
Meski global penuh tekanan, investor asing tetap masuk: Rp24,04T ke SBN dan Rp16T ke SRBI sepanjang April. Ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. 🇮🇩💼

📊 Surplus Dagang & Cadangan Devisa Jadi Penopang
Surplus perdagangan melonjak ke USD4,33 miliar, ditopang lonjakan ekspor nikel (+40,2%) dan bijih tembaga (+4.156%). Impor justru turun, memberi BI ruang ekstra menghadapi ketidakpastian eksternal. 📦📤

🧭 Pertumbuhan Melambat, Peluang Easing Terbuka
BI memperkirakan pertumbuhan akan sedikit di bawah midpoint proyeksi 4,7–5,5%. Dengan ekspektasi The Fed akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini, BI memberi sinyal bisa mulai easing di semester II 2025 — bila tekanan global mulai mereda. 🔍📉

Full pdf: BSMACRO0425

Disclaimer on:
Keputusan membeli dan menjual sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi.

Salam hangat,
Investment Specialist

Tags:

Related Insights