Sektor Telekomunikasi Indonesia: ARPU Tertekan Akibat Daya Beli Lemah

Analyst:
Kevin Jonathan Panjaitan

Lemahnya daya beli masyarakat berimbas pada sektor telekomunikasi di kuartal ketiga 2024. Hal ini terlihat dari penurunan pendapatan tiga operator besar karena faktor musiman dan turunnya pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU).

ISAT dan EXCL berhasil menjaga pendapatan per data tanpa menaikkan harga, sementara Telkomsel mengalami penurunan akibat meningkatnya penetrasi dari produk Telkomsel yang lebih terjangkau. 

Detailnya:

TLKM: Laba bersih 3Q24 sebesar Rp5,9 triliun (+3,6% dari kuartal sebelumnya, -12,3% dibanding tahun lalu) peningkatan kinerja secara quarterly diakibatkan adanya one-off cost pada kuartal 2 2024, meski pendapatan per data menurun.

ISAT: Laba bersih 3Q24 sebesar Rp1,1 triliun (-20,6% dari kuartal sebelumnya, +30,1% dibanding tahun lalu) dengan pendapatan data yang stabil; kami optimis hasil lebih baik di 4Q24.

EXCL: Laba bersih 3Q24 sebesar Rp291,77 miliar (-39,9% dari kuartal sebelumnya, -16,5% dibanding tahun lalu) terdampak ARPU yang lemah dan biaya akuisisi pelanggan Link Net.

Kami tetap optimis terhadap sektor ini dengan harapan daya beli akan meningkat dan suku bunga akan lebih rendah, mendukung penggunaan data yang lebih besar. Meski target harga kami turunkan untuk ketiganya, rekomendasi tetap BUY.

Gimana nih, Teman DX? Kalian pakai provider apa, dan sudah punya sahamnya? Yuk, komentar!

Full pdf:BSTELCO1124

Disclaimer on:
Buying and selling decisions are personal responsibility

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights