Trimegah Bangun Persada (NCKL IJ) Kinerja solid meski pasar nikel melemah, apa penyebabnya?🧐

Analyst:
Jeremy Mikael

NCKL melaporkan pendapatan sebesar IDR7,13 triliun (+8,2% q-q; +18,1% y-y), sesuai dengan ekspektasi kami dan konsensus (24/25% dari target tahunan), didorong oleh lonjakan penjualan bijih kepada JV sebesar 141% y-y menjadi IDR1,16 triliun 📈. Penjualan bijih limonit ke PT ONC dan penjualan bijih saprolite ke PT KPS yang baru memulai operasionalnya turut berkontribusi 💪. Volume penjualan bijih saprolit mencapai 1,8 juta wmt (-55,8% q-q; +7,9% y-y), sementara penjualan bijih limonit meningkat tajam menjadi 3,7 juta wmt (+88,3% y-y). Meskipun harga nikel turun, harga jual ferronickel tetap resilient, dengan harga rata-rata USD11.400/ton (-4,3% q-q; +1,7% y-y) 💰. Penasaran sama detailnya? Yuk simak narasi lengkapnya di bawah ini👇🧐

Kinerja Laba Kuartal 1Q25 Sedikit Lebih Rendah dari Estimasi
Laba bersih mencapai IDR1,66 triliun (+7,6% q-q; +65,4% y-y), meskipun menunjukkan peningkatan dibandingkan kuartal sebelumnya, namun sedikit lebih rendah dari proyeksi kami dan konsensus (22/22%) 📉. Hal ini disebabkan oleh penurunan  margin kas MHP turun menjadi USD6.900/ton dari produk JV yang lebih sensitif terhadap fluktuasi harga nikel, terutama pada smelter HPAL dan nikel sulfat ⚖️. Margin kas HPAL turun menjadi USD6.900/ton dari USD8.283/ton pada 4Q24, sementara margin nikel sulfat juga melemah menjadi USD4.100/ton.

Rekomendasi BUY dengan TP IDR1.200/saham
Kami mempertahankan proyeksi kami karena pendapatan JV NCKL diperkirakan akan meningkat seiring dengan kapasitas penuh smelter PT KPS pada akhir 1Q25 🔧. Kami mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga SOTP yang tidak berubah sebesar IDR1.200/saham, yang mencerminkan PE 2025E sebesar 10x (saat ini diperdagangkan pada 5,8x) 📊. 

⚠️Risiko utama termasuk penurunan harga nikel yang lebih rendah dari ekspektasi, volume produksi dan penjualan yang lebih rendah, serta keterlambatan proyek.

Full pdf: BSNCKL0525

Disclaimer on:
Buying and selling decisions are personal responsibility

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights