Update Ekonomi Indonesia: Target defisit yang konservatif untuk kepresidenan baru

Presiden Joko Widodo baru saja menyampaikan pidato anggaran terakhirnya untuk tahun fiskal 2025 sebelum menyerahkan kepemimpinan kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto, pada 20 Oktober 2024. Meskipun tim sinkronisasi Subianto mengusulkan belanja yang progresif, Presiden Joko Widodo menetapkan target defisit yang relatif moderat sebesar 2,53% dari PDB, lebih rendah dari perkiraan defisit tahun ini sebesar 2,70%. Ini menunjukkan upaya pemerintah untuk meyakinkan investor bahwa ekonomi tetap pada jalur kehati-hatian fiskal dengan menjaga defisit anggaran di bawah batas 3%.

Bagaimana dengan porsi anggaran Makan Bergizi Gratis? Pada 2025, pemerintah akan mengalokasikan IDR3,613.1tn untuk belanja negara, meningkat 8,7% y-y. Subsidi energi akan naik 10% y-y menjadi IDR204.5tn seiring target harga minyak yang lebih tinggi. Selain itu, program andalan Prabowo Subianto, “Makan Bergizi Gratis (MBG)”, akan menaikkan anggaran pendidikan sebesar IDR141.3tn menjadi IDR722.6tn (24,3% y-y), dengan MBG menyerap IDR71tn dan diharapkan menambah 0,1% pada pertumbuhan PDB 2025.

Pada sisi pendapatan negara, pemerintah menetapkan target sebesar IDR2,996,9tn, tumbuh 6,9% y-y dari target tahun ini. Pendapatan pajak diperkirakan tumbuh 7,8% y-y menjadi IDR2,490.9tn, dengan kenaikan signifikan pada pajak penghasilan (PPh) sebesar 13,8% y-y. Namun, pendapatan dari sumber daya alam diproyeksikan menurun 7,5% y-y menjadi IDR217,9tn, mencerminkan penurunan harga komoditas yang diperkirakan akan mengakhiri surplus perdagangan berturut-turut yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Full pdf: https://dxtrade.bahanasekuritas.id/BSMACRO190824

Analyst:

Drewya Cinantyan
Purbiantoro Lintang

Tags:

Related Insights