Analis
Satria Sambijantoro
Lintang
Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD 3,45 miliar pada Januari—jauh melampaui prediksi pasar yang hanya memperkirakan USD 1,77 miliar! Meskipun begitu, baik ekspor maupun impor mengalami penurunan dibandingkan perkiraan. Ekspor tumbuh hanya +4,68% y-y ke USD 21,45 miliar, sementara impor malah tertekan dengan penurunan -2,67% y-y menjadi USD 18,00 miliar. Namun, surplus besar ini tercipta karena penurunan impor yang sangat tajam! 📉
Penurunan Ekspor Komoditas, CPO & Batubara Terkoreksi! 🛢️⚡
Ekspor komoditas Indonesia menghadapi tantangan besar. Ekspor CPO terjun -16,6% y-y, terutama karena India yang biasa menjadi mitra utama Indonesia mengalami penurunan pengiriman hingga -88%. Hal ini disebabkan oleh peralihan pembeli ke minyak kedelai yang lebih murah setelah harga CPO anjlok. Ekspor batubara juga mengalami penurunan -9,9% y-y, dengan pengiriman ke China dan Jepang menurun signifikan. 😬
Impor Non-Migas Menurun Tajam, Mesin & Elektronik Tertekan 📉
Impor non-migas Indonesia juga turun tajam, dengan kategori mesin tercatat turun -15% m-m dan -9,71% y-y, serta mesin listrik yang turun -1% m-m dan -2,2% y-y. Dampaknya, Indonesia mengalami penurunan surplus perdagangan dengan India, meskipun defisit dengan China justru meluas. 🏭
Prediksi Rebound Menjelang Ramadan? 📆🔮
Dengan impor terendah dalam 10 bulan terakhir, ada potensi rebound sebelum bulan Ramadan yang biasanya meningkatkan permintaan barang-barang minyak dan konsumsi. Sementara risiko perdagangan tetap ada dengan ketidakpastian tarif AS, kita bisa melihat peningkatan permintaan barang menjelang periode tersebut. Siap-siap menghadapi bulan Ramadan dengan lebih banyak permintaan! 🌙
Disclaimer on:
Buying and selling decisions are personal responsibility
Regards
Investment Specialist
