September lalu tingkat inflasi tahunan Indonesia menurun menjadi 1,84%, merupakan level terendah sejak November 2021, namun masih berada dalam target Bank Indonesia yaitu 1,5%-3,5%. Harga makanan naik paling rendah dalam 14 bulan terakhir (2,57% vs. 3,39% pada Agustus), seiring melimpahnya pasokan beras karena penundaan musim panen ke bulan Mei dari biasanya Maret. Inflasi juga melandai pada sektor kesehatan (1,69% vs. 1,72%), transportasi (0,92% vs. 1,42%), dan pakaian (1,18% vs. 1,19%). Harga di sektor komunikasi turun lebih cepat (-0,28% vs. -0,16%).
Sebaliknya, harga di sektor perumahan mengalami sedikit percepatan (0,60% vs. 0,57%), perabotan (1,08% vs. 1,05%), rekreasi dan budaya (1,55% vs. 1,52%), akomodasi (2,25% vs. 2,24%), serta pendidikan (1,94% vs. 1,83%). Sementara itu, inflasi inti mencapai level tertinggi dalam 13 bulan terakhir di 2,09%, naik dari 2,02% pada Agustus. Secara bulanan, indeks harga konsumen (IHK) turun sebesar 0,12%, memperpanjang tren penurunan selama lima bulan berturut-turut.
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
