Lonjakan signifikan persediaan minyak dan konflik Timur Tengah

West Texas Intermediate (WTI), sebagai komoditas penting dan acuan utama untuk produksi serta perdagangan di Amerika dan Texas, turun menjadi sekitar USD 77,1 per barel pada awal perdagangan Selasa, setelah sebelumnya naik sekitar USD 3 per barel. Penurunan ini terjadi setelah WTI mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari satu tahun. Fluktuasi harga minyak mentah ini menjadi faktor signifikan, terutama dalam mempengaruhi inflasi domestik karena kebutuhan valuta asing untuk energi. Berikut pembaruan singkat terkait WTI, berikut update terbaru mengenai WTI:

Penurunan harga minyak akibat lonjakan persediaan dan proyeksi permintaan yang lebih rendah
Harga minyak mentah WTI turun 0,4% menjadi $73,2 per barel pada hari Rabu, menyusul penurunan 4,6% sehari sebelumnya. Penurunan ini didorong oleh data EIA yang menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah AS sebesar 5,810 juta barel, jauh di atas perkiraan pasar sebesar 2 juta barel. Selain itu, EIA juga menurunkan proyeksi permintaan untuk tahun 2025, akibat perlambatan ekonomi di China dan Amerika Utara, yang semakin menekan harga minyak.

Kekhawatiran geopolitik dan dampak ekspor minyak Libya pada pasar minyak global
Harga minyak juga tertekan oleh berita tentang potensi gencatan senjata antara Hezbollah dan Israel, meskipun kekhawatiran tentang kemungkinan serangan Israel terhadap fasilitas minyak Iran tetap ada. Selain itu, kembalinya ekspor minyak Libya memberikan tekanan tambahan pada harga minyak di kawasan Laut Utara dan Mediterania, karena kilang-kilang lokal mengurangi pembelian minyak dari luar wilayah tersebut.

Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights