PMI Manufaktur Indonesia dari S&P Global naik menjadi 49,2 pada September 2024 kendati masih dibawah level 50 dimana PMI September ini menjadi level terendah hampir tiga tahun di 48,9 pada Agustus. Namun, ini menandai penurunan aktivitas pabrik selama tiga bulan berturut-turut, dengan output dan pesanan baru turun untuk bulan ketiga berturut-turut. Selain itu, pesanan asing mengalami kontraksi terbesar sejak November 2022, menurun selama tujuh bulan berturut-turut. Perusahaan merespons dengan mengurangi aktivitas pembelian, lebih memilih menggunakan persediaan yang ada.
Pada saat yang sama, lapangan kerja tumbuh untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir. Waktu pengiriman rata-rata terus mengalami penundaan akibat masalah pengiriman, dengan penundaan yang terjadi untuk ketiga bulan berturut-turut. Dari sisi biaya, harga input meningkat, namun tingkat inflasi mencapai level terendah dalam satu tahun. Dalam kondisi pasar yang tenang, perusahaan sedikit menurunkan harga output untuk pertama kalinya sejak Juni 2023. Terakhir, kepercayaan bisnis menguat ke puncak tujuh bulan, didukung harapan akan stabilitas aktivitas di tahun mendatang.
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
