Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR IJ): Kinerja positif penantian manis IBST

Kinerja PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatat pertumbuhan positif dengan laba bersih mencapai Rp 2,44 triliun per September 2024, naik 0,89% dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan juga meningkat 8,37% YoY menjadi Rp 9,44 triliun selama periode Januari–September 2024, hal ini menunjukkan kekuatan di sisi top line. Lalu bagaimana detail kinerja IBST dan portofolio lainnya? Yuk simak di bawah ini!

IBST: Penantian Berbuah Manis
Pada kuartal III-2024, TOWR mulai merasakan kontribusi dari konsolidasi PT Iforte Solusi Teknologi (IBST), yang menyumbang Rp 41 miliar ke laba bersih. Direktur Utama Aming Santoso menyatakan optimisme bahwa sinergi operasional dengan IBST akan terus berkembang, mendorong peningkatan laba bersih lebih lanjut.

Update Portofolio TOWR:
TOWR memiliki beberapa portofolio dimana diantaranya sebagai berikut:

* Tower: 35.371 menara, 58.165 penyewa (tenancy ratio 1,64x) per 30 Sept; 54% di Jawa, 46% luar Jawa; kebutuhan MNO meningkat untuk layanan tambahan.
* FTTT: ~215.600 km fiber berpendapatan; kontrak jangka panjang, peluang pemanfaatan lebih tinggi.
* Konektivitas: Peluang B2B/B2G dengan 15.761 aktivasi konektivitas (VSAT, wireless, wireline) hingga akhir September
* FTTH: 1,5 juta home passes dengan 158.620 koneksi aktif (penetrasi 11%) per akhir September.

Valuasi TOWR IJ
Bagaimana dari aspek valuasi?  TOWR saat ini apabila menggunakan EV/EBITDA diperdangankan dengan 14,11x dimana secara industri tower valuasi berkisar 16,35x yang mana secara valuasi industri TOWR relatif cukup murah terhadap industrinya 

Jadi gimana nih sobat Tower, buy or bye? Kuy Komen!

Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights