Strategi: Mengidentifikasi Faktor di Balik Gejolak Pasar Indonesia

Analis: Satria

1️⃣ IHSG Terjun Bebas hingga -7%
IHSG anjlok hingga -7% kemarin, memicu penghentian perdagangan (trading halt) untuk ketiga kalinya dalam 15 tahun terakhir (2011, 2020, 2025). Tidak seperti kejadian sebelumnya yang dipicu oleh faktor global, aksi jual kali ini lebih banyak didorong oleh faktor domestik, sementara mayoritas indeks saham regional justru ditutup menguat pada 18 Maret.

2️⃣ Bukan Salah Investor Asing
Investor asing mencatat net sell IDR 2,57 triliun (USD157 juta) kemarin, angka yang tergolong kecil untuk standar IHSG dan seharusnya tidak cukup untuk memicu circuit breaker. Sebagai perbandingan, investor asing hanya menarik IDR 0,3 triliun dari BBRI, jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan IDR 37 triliun net sell sepanjang 2024.

3️⃣ Kekhawatiran atas Stabilitas Moneter & Fiskal Berlebihan?
Pasar obligasi dan rupiah relatif stabil, menunjukkan bahwa investor asing tidak merespons negatif isu seputar independensi BI, APBN, atau rumor pengunduran diri Menkeu Sri Mulyani. Jika benar ada kekhawatiran, seharusnya yang terdampak lebih dulu adalah obligasi dan rupiah, bukan ekuitas.

4️⃣ Aksi Jual Saham Konglomerasi Jadi Pemicu
Kami melihat kejatuhan pasar dipicu oleh panic selling pada saham konglomerasi, yang mencatat volume penjualan tinggi sejak sesi pagi. Penurunan harga saham ini kemudian merembet ke bank blue-chip, yang memiliki bobot besar di IHSG dan banyak dimiliki oleh investor ritel. Efeknya, terjadi forced selling dan margin call, yang memperparah kejatuhan indeks.

5️⃣ Saham Indonesia Sudah Murah, tapi Waspadai Risiko
Saat ini, valuasi saham Indonesia sudah tergolong murah. Big-4 bank diperdagangkan di 12x PE dan 2,4x PB, lebih rendah dari rata-rata historis 20x PE dan 3,2x PB, bahkan lebih murah dari valuasi terendah di 2015. Namun, investor perlu mewaspadai tekanan pada pendapatan dan NIM, mengingat pertumbuhan laba perbankan tahun ini diperkirakan hanya 2-5%, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata 10-20% per tahun di masa lalu.

Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights