Analis
Satria Sambijantoro
Purbiantoro Lintang
Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di 6% pada November 2024, dengan pernyataan yang bernada hawkish untuk merespons perubahan cepat pada prospek dolar, suku bunga global, dan aliran modal. Berikut adalah sorotan utama:
Proyeksi Fed Funds Rate Direvisi
Gubernur Perry Warjiyo memperkirakan Fed Funds Rate hanya akan turun 50 bps pada 2025, dibandingkan prediksi sebelumnya 100 bps. Ini menandakan potensi kondisi moneter global yang lebih ketat, yang dapat memengaruhi aliran modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Peningkatan Penggunaan SRBI
BI meningkatkan penjualan Short-Term Rupiah Bills (SRBI) untuk menarik arus modal asing dan menstabilkan rupiah. Pada lelang 8 November, BI menyerap IDR30 triliun, level tertinggi sejak Juli, dengan imbal hasil rata-rata 7,04%. Strategi ini berpotensi memperketat likuiditas domestik.
Rupiah dan Prospek Kebijakan
Depresiasi rupiah sebesar 2% bulan ini membuat BI menahan siklus pelonggaran suku bunga. Dengan indeks dolar (DXY) di 106 yang overbought, rupiah berpotensi menguat jika DXY gagal menembus resistansi 107. Namun, suku bunga BI diprediksi tetap di 6% hingga akhir 2024, dengan ekspektasi penurunan bertahap menjadi 5,5% pada akhir 2025.
PDF Full: BSMACRO211124
Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi
Regards
Investment Specialist
