Vale Indonesia (INCO IJ): ASP melandai dan biaya melambung, bagaimana nasib laba Vale?

HOLD: IDR4.000
Analis:

Jeremy Mikael

Melandainya harga LME yang terus mencapai USD16,308 per ton (-12% q-q) ditambah dengan melemahnya ASP kian memperburuk kondisi laba Vale yang tercatat turun 77% y-y ke 51jt Kendati terdapat kenaikan volume penjualan sebesar 3.1% y-y akankah ini berdampak signifikan? Yuk simak lebih lanjut di bawah ini:

Kinerja Melandai Terdampak ASP dan LME
Kinerja pendapatan INCO turun tajam sebesar 18% y-y menjadi USD230 juta, didorong oleh penurunan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 20% y-y, sejalan dengan  harga rata-rata LME pada kuartal 3 yang turun ke 16.308. Meski ada kenaikan volume penjualan sebesar 3.1% y-y, kontribusinya dalam mengimbangi penurunan ASP masih terbatas. Di sisi biaya, meski secara tahunan tercatat penurunan tipis 3% y-y, kenaikan harga batubara dan bahan bakar minyak sulfur tinggi (HSFO) dalam kuartal ini menyebabkan peningkatan biaya operasional, sehingga margin usaha menurun hingga 4.7%.

Dampak yang Cukup Pelik, Bagaimana Dengan Rekomendasi Vale?
Dampak dari melemahnya kinerja 3Q24 ini tercermin pada laba bersih 9M24 yang hanya mencapai USD51 juta, turun signifikan sebesar 76.9% y-y, jauh di bawah estimasi internal dan konsensus (masing-masing 53% dan 56%). Eksposur INCO yang besar terhadap harga LME yang masih berada dalam tekanan membuat potensi pemulihan kinerja ke depan cukup terbatas, terutama dengan kondisi suplai nikel yang berlebih di pasar global. Dengan demikian Kami melakukan penyesuaian proyeksi pendapatan untuk mencerminkan kinerja kuartal terbaru dan menurunkan estimasi kami. Rekomendasi HOLD pada INCO tetap dengan target harga berbasis SOTP sebesar IDR4,000, seiring keyakinan bahwa harga nikel LME saat ini di kisaran USD15,500-16,000 mungkin telah mencapai dasar tentunya dengan Risiko utama harga nikel yang lebih tinggi/rendah dari perkiraan.

Jadi gimana nih? Buy or Bye? Yuk Komen!

PDF Full:BSINCO1024

Disclaimer on:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi

Regards
Investment Specialist

Tags:

Related Insights